PEKANBARU - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Riau selama hampir dua bulan terakhir terus membayangi aktivitas warga. Melengkapi upaya pemadaman yang tak henti dilakukan di lapangan, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengajak masyarakat menengadahkan tangan untuk mengetuk pintu langit.

Ikhtiar batin ini diwujudkan melalui sebuah Majelis Zikir yang mengusung tema "Mendoakan agar Jerebu dan Karhutla Segera Berlalu". Sesuai jadwal, agenda spiritual tersebut akan dilaksanakan Rabu (23/9/2026) pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan 11 Rabiul Akhir 1448 H, bertempat di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengajak seluruh lapisan masyarakat Bumi Lancang Kuning untuk meramaikan majelis tersebut dan menyatukan niat.

"Sudah hampir dua bulan belakangan ini udara di Riau tidak sehat akibat Karhutla. Berbagai ikhtiar sudah dilakukan, dan rasanya sangat penting juga kita mengetuk pintu langit dengan zikir dan doa agar jerebu ini cepat berlalu," ujarnya.

Menurut Datuk Seri Taufik, ikhtiar memadamkan api secara lahiriah sudah dilakukan secara maksimal oleh berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, jajaran Pemprov, hingga tingkat pemerintah kota dan kabupaten. Pihaknya turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petugas yang terus berjibaku di tengah kepungan asap.

"Ini bukan berarti kita meninggalkan ikhtiar yang lain. Semua harus berjalan bersama. Kita berusaha di bumi dan mengetuk pintu langit dengan doa," paparnya.

Rangkaian majelis zikir malam ini akan dimulai dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan makan malam bersama, sebelum jamaah larut dalam lantunan zikir dan tausiah. Pemimpin zikir sekaligus penceramah pada malam tersebut adalah Ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Ruhama, Ustaz Ahmadi, SH MH.

Agenda ini dirancang tidak sekadar untuk bermunajat memohon turunnya hujan, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi serta ukhuwah Islamiah di antara masyarakat. Kondisi udara yang memburuk dinilai membutuhkan ikatan persaudaraan yang kuat agar warga dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan dan menjalani aktivitas.

"Semoga doa kita bersama diijabah Allah SWT. Mudah-mudahan jerebu segera berlalu, hujan turun membawa berkah dan Riau kembali mendapatkan udara yang sehat," harapnya. ***