
PEKANBARU - Anak-anak di Riau yang belum mendapatkan vaksinasi dasar secara penuh kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional sepanjang Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mulai merapatkan barisan guna menyisir dan memenuhi hak kesehatan anak yang masuk kategori zero dose atau belum pernah diimunisasi sama sekali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Riau, dr Lia menuturkan, penyediaan jarum suntik dan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan belum cukup untuk menjamin kesuksesan program ini. Menurutnya, hambatan terbesar di lapangan sering kali berasal dari minimnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya kekebalan tubuh buatan.
"Keberhasilan kita tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin dan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi bagaimana informasi tersebut sampai dan dipahami oleh masyarakat," terangnya saat membuka rapat persiapan pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Provinsi Riau secara virtual, Kamis (24/9/2026).
Guna memecah kebekuan informasi tersebut, Dinkes Riau tidak berkerja sendiri. Jejaring komunikasi diperluas dengan merangkul media massa guna menangkal peredaran misinformasi dan berita bohong (hoaks) terkait efek samping imunisasi yang kerap menakuti warga.
Selain itu, peran edukasi secara langsung juga diserahkan kepada para kader Tim Penggerak PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta petugas puskesmas di lingkungan rukun tetangga. Kolaborasi ini dinilai sangat strategis untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dari pintu ke pintu.
"Bulan Imunisasi Kejar bukan sekadar kegiatan medis rutin, melainkan sebuah gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari haknya mendapatkan perlindungan kekebalan tubuh," sebutnya.
Melalui forum pematangan ini, pemerintah daerah menargetkan terciptanya rencana eksekusi dan pembagian tugas yang jelas di masing-masing kabupaten dan kota. Pemetaan strategi mobilisasi massa ke pos pelayanan kesehatan menjadi agenda wajib, diiringi dengan sistem pelaporan capaian yang dipantau setiap hari.
"Semoga dengan kolaborasi dan komitmen kita bersama, semakin banyak anak Riau yang mendapatkan imunisasi lengkap dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah. Mari kita bergerak bersama, lengkapi imunisasi anak Riau, jangan ada yang terlewati," pungkasnya. ***