
BAGANSIAPIAPI – Politeknik Mulia Rokan resmi memperoleh izin pendirian berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1101/B/O/2026 tertanggal 29 September 2026. Perguruan tinggi vokasi yang berada di bawah naungan Yayasan Rokan Jaya Bermarwah itu dijadwalkan diluncurkan pada 4 November 2026 di kampusnya, Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Kehadiran Politeknik Mulia Rokan diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berkarakter, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Ketua Yayasan Rokan Jaya Bermarwah, H Julizar, mengatakan pendirian politeknik tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pendidikan vokasi yang relevan dengan potensi ekonomi Rokan Hilir dan wilayah sekitarnya. Potensi itu meliputi sektor perkebunan, minyak dan gas bumi (migas), serta perkembangan teknologi industri.
"Kami ingin anak-anak daerah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Politeknik Mulia Rokan diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan ekonomi daerah," ujar Julizar.
Pada tahap awal, Politeknik Mulia Rokan membuka tiga program studi, yakni Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, serta Teknologi Rekayasa Informatika Industri.
Ketiga program studi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi terapan di bidang komunikasi digital, teknologi perkebunan, dan informatika industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Perkuat Karakter Lewat Program Kadet Profesional
Selain kompetensi teknis, Politeknik Mulia Rokan juga menyiapkan pembinaan karakter mahasiswa melalui program unggulan Kadet Profesional Mulia Rokan.
Sekretaris Yayasan Rokan Jaya Bermarwah, Prof Dr Junaidi, menjelaskan program tersebut mengusung tiga nilai utama, yakni disiplin, tangguh, dan profesional.
Menurut Junaidi, dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga tenaga profesional yang memiliki integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
"Perguruan tinggi vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang terampil secara teknis. Dunia kerja juga membutuhkan tenaga profesional yang disiplin, memiliki integritas, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan tangguh menghadapi tantangan. Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian penting dari pendidikan di Politeknik Mulia Rokan," jelasnya.
Dia menambahkan, program Kadet Profesional Mulia Rokan mengadaptasi nilai-nilai positif pendidikan semi-militer, terutama kedisiplinan, kepemimpinan, ketangguhan mental, dan solidaritas. Namun, pelaksanaannya tetap mengedepankan pendekatan pendidikan yang humanis.
Pembinaan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan melalui pembiasaan disiplin waktu, penanaman tanggung jawab, kerja sama tim, pengembangan kepemimpinan, serta penguatan etika dan budaya kerja profesional.
"Mahasiswa tidak dipersiapkan menjadi anggota militer, tetapi menjadi tenaga profesional yang memiliki disiplin tinggi, mental tangguh, dan etos kerja yang baik. Kami ingin disiplin menjadi kebiasaan, tanggung jawab menjadi kesadaran, dan profesionalisme menjadi identitas lulusan," tegas Junaidi.
Dia menilai pendidikan vokasi juga harus memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, proses pembelajaran perlu menitikberatkan praktik, penguasaan teknologi, penyelesaian persoalan nyata, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.
"Kami ingin lulusan Politeknik Mulia Rokan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi, mengembangkan usaha, dan menciptakan peluang kerja. Kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan karakter dan profesionalisme," tambahnya.
Diharapkan Dukung Pembangunan Daerah
Kehadiran Politeknik Mulia Rokan juga diharapkan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, menyambut baik pendirian perguruan tinggi vokasi tersebut sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah.
"Kami menyambut baik kehadiran Politeknik Mulia Rokan. Perguruan tinggi ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Kami berharap lulusannya dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan mampu bersaing di dunia kerja," ujar Bistamam.
Dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Rokan Hilir juga menjadi perhatian Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau I, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM.
Karmila menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Kehadiran Politeknik Mulia Rokan merupakan peluang bagi generasi muda Rokan Hilir untuk memperoleh pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, mandiri, dan memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja," tegas Karmila, Minggu (25/10/2026).
Sementara itu, Julizar menegaskan Yayasan Rokan Jaya Bermarwah berkomitmen mengembangkan Politeknik Mulia Rokan secara bertahap. Upaya tersebut akan dilakukan melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan sarana dan prasarana, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri.
Peluncuran pada 4 November 2026 diharapkan menjadi momentum pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Riau.
Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis kompetensi dan pembinaan karakter, Politeknik Mulia Rokan menargetkan lahirnya generasi muda yang terampil, mandiri, berintegritas, serta siap menghadapi persaingan dunia kerja. ***