PEKANBARU - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Provinsi Riau berlangsung khidmat dengan kesederhanaan. Upacara kemiliteran ini digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (5/10/2026).

Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai, Brigadir Jenderal TNI Rudi Hermawan bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Momentum peringatan ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali amanah serta pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas peran aktif prajurit di lapangan selama ini. Dukungan kesiapan aparat dinilai sangat membantu pemerintah maupun masyarakat bumi Lancang Kuning dalam menghadapi berbagai kondisi.

"Kami Pemprov Riau tentunya mengapresiasi dukungan TNI selama ini di Riau, dan semoga sinergitas terus berlanjut," sebutnya.

Komitmen Sinergitas dan Kekuatan Rakyat

Tahun ini, institusi militer tersebut mengangkat tema besar yakni TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat, adil dan makmur. Brigadir Jenderal TNI Rudi Hermawan mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa kepercayaan masyarakat merupakan sebuah kehormatan yang harus dijaga melalui kerja keras.

Kerja sama lintas sektor bersama pemerintah daerah dinilai sebagai salah satu pondasi penting dalam menghadapi berbagai persoalan kewilayahan. Keberadaan personel berseragam loreng ini diwajibkan untuk senantiasa dekat dan mengambil bagian dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

"TNI kuat bersama rakyat, kita ingin terus bersatu dengan rakyat, membangun bersama rakyat, dan sukses bersama rakyat," tegasnya.

Penerapan Lima Prinsip Prajurit Prima

Guna menghadapi dinamika serta tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks, Rudi Hermawan juga menekankan pentingnya perwujudan prajurit berkonsep prima. Landasan tersebut mencakup lima elemen utama, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Aspek profesional menuntut personel menguasai tanggung jawab tugas, sedangkan sikap responsif menjadikan prajurit lebih peka terhadap dinamika lingkungan. Di sisi lain, prajurit harus membangun sinergi lintas sektor, meningkatkan daya tangkal lewat modernisasi, serta terus melahirkan inovasi dalam setiap penugasan.

"Laksanakan lima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga menjadi arah dalam pengembangan kemampuan TNI, baik dalam berpikir, bersikap, maupun bertindak," pungkasnya. ***