
PEKANBARU - Udara segar akhirnya kembali dihirup oleh warga ibu kota Provinsi Riau. Guyuran hujan lebat yang membasahi sebagian besar wilayah sejak Selasa (22/9/2026) dini hari perlahan menyapu partikel debu, membawa kualitas udara di Pekanbaru keluar dari zona tidak sehat yang sempat mendera.
Terpantau pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 berada di angka 18 µg/m³ atau masuk dalam kategori sedang. Penurunan kepekatan debu ini sudah terlihat secara bertahap sejak rentang pukul 03.00 hingga 07.00 WIB, di mana indeks kualitas udara bergerak membaik di kisaran 10,9 hingga 25,9 µg/m³.
Kondisi yang melegakan pernapasan warga ini sejalan dengan tren cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau. Peluang hujan berintensitas ringan hingga sedang diprakirakan masih membayangi hampir seluruh penjuru daerah tersebut. Mengawali hari, langit diprakirakan dalam kondisi kabur hingga berawan dengan potensi rintik air di berbagai lokasi.
"Hujan juga masih berpeluang terjadi pada siang hingga sore hari di sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru. Pada malam hingga dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Riau," urai Forecaster On Duty BMKG Riau, Anggun R.
Mengingat riwayat kualitas udara yang sempat menembus level mengkhawatirkan, pergerakan konsentrasi PM2.5 mutlak terus dipantau meski potensi hujan masih cukup tinggi. Terkait sumber polusi udara, kemunculan titik panas di Riau mulai berhasil ditekan.
"Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot di Riau terpantau sebanyak 13 titik. Hotspot tersebut tersebar di Kota Dumai satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 10 titik," rincinya.
Apabila ditarik ke skala yang lebih luas, wilayah udara Sumatera secara keseluruhan masih dikepung oleh ribuan titik panas. Total terdapat 1.149 titik api yang tersebar di Pulau Andalas. Sumatera Selatan menduduki posisi puncak sebagai penyumbang hotspot terbanyak dengan 713 titik, dibuntuti oleh Bangka Belitung 213 titik, Lampung 100 titik, dan Jambi 97 titik. ***