
PEKANBARU - Kabar baik menyelimuti para orang tua di Kota Pekanbaru seiring membaiknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru secara resmi telah mencabut kebijakan belajar dari rumah dan mengizinkan para peserta didik kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Meski aktivitas pendidikan berangsur normal, ancaman sisa dampak pencemaran udara dinilai masih mengintai. Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Lindawati mengingatkan perlunya langkah proteksi ekstra dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) guna memantau daya tahan tubuh anak-anak yang rentan menurun pasca paparan kabut asap.
"Kita bersyukur dan para orang tua murid juga senang anaknya bisa sekolah lagi setelah terpaksa belajar di rumah akibat kualitas udara buruk," tuturnya, Jumat (25/9/2026).
Lindawati mendorong agar kedua instansi tersebut segera berkolaborasi menyalurkan suplemen vitamin secara merata ke tiap-tiap sekolah. Pembagian vitamin ini diharapkan menjadi langkah nyata dan antisipatif untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh siswa agar tidak mudah tumbang terserang penyakit pernapasan.
Selain pemenuhan gizi tambahan, kesiapan fasilitas darurat di dalam lingkungan sekolah juga turut menjadi fokus perhatiannya. Lindawati mewanti-wanti setiap kepala sekolah untuk memastikan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berfungsi secara optimal sebagai garda terdepan pertolongan pertama.
"Di setiap UKS juga harus bersiaga alat-alat kesehatan seperti oksigen, masker, dan lain sebagainya. Kebersihan udara di ruang kelas juga harus selalu diperhatikan," tegasnya.
Menyikapi tingginya lonjakan angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) belakangan ini, pemantauan dinilai tidak cukup apabila sekadar mengandalkan papan informasi indikator udara. Lindawati menyarankan Pemkot Pekanbaru menerjunkan tim tenaga kesehatan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan fisik para siswa secara berkala.
"Kalau perlu cek kesehatan anak-anak didik kita, apalagi penderita ISPA di Pekanbaru melonjak. Harus ekstra waspada terhadap kesehatan mereka," pungkasnya. ***