
PEKANBARU - Kabar baik bagi masyarakat yang ingin beraktivitas di ruang publik. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru resmi membuka kembali sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota terhitung sejak Rabu (23/9/2026). Langkah ini diambil seiring dengan membaiknya kondisi kualitas udara yang sempat terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sebelumnya, fasilitas rekreasi warga tersebut terpaksa ditutup sementara guna menekan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara yang tidak sehat. Kini, beberapa lokasi andalan warga sudah bisa kembali dikunjungi, di antaranya RTH Putri Kacamayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, serta area Taman Kota yang membentang di Jalan Diponegoro.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menyebutkan bahwa pembukaan fasilitas publik ini mengacu pada perkembangan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian.
"Mulai hari ini kita buka lagi karena kualitas udara terpantau sudah dalam kategori sedang," terang Reza.
Kendati pintu taman sudah terbuka lebar, masyarakat diminta untuk tidak serta-merta mengabaikan perlindungan diri. Warga diimbau untuk tetap memakai masker saat berolahraga atau bersantai di area tersebut. Hal ini mengingat kondisi cuaca dan ketebalan kabut asap yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Reza menjelaskan, meskipun saat ini wilayah Pekanbaru bersih dari titik api (zero hotspot), potensi paparan asap masih mengintai. Pergerakan angin kerap membawa asap kiriman dari kabupaten tetangga yang masih berjibaku memadamkan Karhutla.
"Karena ada banyak asap kiriman, tentunya kita tetap harus waspada menggunakan masker. Khusus untuk orang tua, mohon dijaga dan diperhatikan kesehatan anak-anaknya saat bermain di sana," pesannya.
Sebagai bentuk kewaspadaan lanjutan, tim DLHK Kota Pekanbaru akan terus mengawasi pergerakan kualitas udara secara berkala. Apabila indikator polusi kembali menunjuk ke angka tidak sehat akibat kiriman kabut asap, Pemkot Pekanbaru tidak akan ragu untuk mengambil langkah penutupan sementara kembali guna melindungi keselamatan warga, terutama anak-anak yang rentan terhadap penyakit saluran pernapasan. ***