
SELATPANJANG - Pembangunan markas Batalyon Teritorial Pembangunan (YONTP) di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai memasuki tahap pematangan infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menyiapkan lahan seluas 50 hektare beserta pembukaan akses jalan baru guna memfasilitasi kedatangan sekitar 500 personel TNI pada tahap awal.
Komitmen tersebut dibahas secara rinci dalam rapat koordinasi antara Pemkab Kepulauan Meranti dan jajaran Kodim 0303/Bengkalis di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (26/10/2026). Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan fisik prajurit sesuai porsi kewenangan anggaran daerah.
"Melalui pertemuan ini, kami berharap memperoleh arahan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan, sehingga pemerintah daerah bersama perangkat terkait dapat mengambil langkah tepat untuk mendukung proses pembentukan satuan," papar Sudandri.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, titik lokasi markas rencananya dipusatkan di Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang. Area seluas 50 hektare ini dinilai ideal karena tidak hanya menampung bangunan utama, tetapi juga menyisakan ruang luas untuk pengembangan kompi pertanian dan peternakan mandiri.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti telah membuka jalur darat sepanjang 2.700 meter menuju area lokasi. Meski demikian, jalur ini masih berupa tanah yang memerlukan proses pengerasan serta pembangunan jembatan dengan konstruksi box culvert agar bisa dilalui kendaraan berat militer.
Terkait skema pembiayaan, dukungan pembangunan infrastruktur fisik menuju markas YONTP ini akan diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Proses perizinan dan penyelesaian status kawasan juga sedang dikebut lewat kementerian terkait.
Sembari menunggu fasilitas permanen rampung, Pemkab Meranti juga berencana memfasilitasi marshalling area atau kawasan penampungan sementara bagi ratusan personel yang datang terlebih dahulu. Lokasi sementara ini akan dilengkapi sarana dasar kehidupan seperti tenda peleton, sumur bor, hingga dapur umum darurat yang tidak mengganggu pelayanan masyarakat sekitar. ***