
PEKANBARU - Langit Riau perlahan terbebas dari ancaman kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki pertengahan pekan, tren kemunculan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera menunjukkan grafik penurunan yang melegakan warga, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), secara total tercatat 451 titik panas yang masih tersebar di daratan Sumatera. Angka tertinggi disumbang oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan temuan 160 titik.
Selain Sumatera Selatan, provinsi tetangga lainnya juga masih mendeteksi titik api. Wilayah Bangka Belitung melaporkan kemunculan 125 titik, diikuti Jambi sebanyak 81 titik, dan Lampung dengan 72 titik panas.
Berbeda dengan provinsi lainnya, grafik titik panas di Riau terus bergerak turun. Dari ratusan titik yang terpantau di Sumatera, Provinsi Riau hanya menyumbang enam titik api saja.
Sebaran enam titik panas tersebut tidak lagi meluas dan hanya tersisa di tiga kabupaten berikut:
"Sementara itu, Riau tercatat ada enam titik panas. Sebarannya berada di tiga kabupaten, yakni Indragiri Hilir dengan empat titik, serta Rokan Hulu dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik," rincinya Forecaster BMKG Pekanbaru, Yudhistira saat memaparkan data satelit.
Berkurangnya angka titik panas di Riau ini sejalan dengan turunnya hujan di sejumlah kawasan. Hujan ringan hingga sedang terpantau mengguyur Indragiri Hilir, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu sejak pagi, yang secara langsung membantu proses pendinginan lahan gambut dan menekan potensi munculnya titik api baru. ***