
PEKANBARU - Instruksi tegas mengiringi langkah 17 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menginstruksikan jajaran birokrasinya untuk meninggalkan kebiasaan bekerja di balik meja dan segera turun membedah persoalan langsung di tengah masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Agung saat merotasi jajaran kepala dinas hingga pejabat fungsional di aula lantai enam Komplek Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Senin (26/10/2026). Fokus utama perombakan ini adalah peningkatan standar pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan warga.
"Tujuan kita adalah untuk melayani masyarakat. Bagaimana masyarakat puas dengan pelayanan pemerintah," tegasnya.
Ia menekankan agar para pejabat yang baru diambil sumpahnya segera memetakan dan menyelesaikan keluhan di lapangan, bukan sekadar menerima laporan dari bawahan. Penguasaan wilayah dan pemahaman langsung terhadap kondisi lingkungan warga menjadi tolok ukur kinerja ke depan.
Penyegaran birokrasi kali ini menyentuh urat nadi perencanaan pembangunan, kepegawaian, hingga pengaturan tata lintas kota. Empat jabatan pimpinan tinggi kini diisi oleh figur yang telah melalui proses rotasi silang antarinstansi.
Untuk memastikan roda administrasi keuangan tetap berjalan pasca pergeseran pimpinan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), posisi tersebut kini dikendalikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Danil Perdana, yang sebelumnya berstatus sebagai sekretaris di instansi tersebut.
Selain merombak kursi kepala dinas, pergeseran juga dilakukan pada 13 jabatan fungsional yang tersebar di sektor kesehatan, kearsipan, perencanaan, hingga lingkungan hidup dan ketertiban umum.
Percepatan realisasi program pemerintah daerah menuju penghujung tahun kini berada di pundak para pejabat yang baru dilantik tersebut. ***