PEKANBARU - Ancaman penyakit menular mematikan seperti campak hingga difteri pada anak-anak sejatinya dapat diredam sejak dini melalui langkah sederhana, yakni imunisasi dasar. Tidak sekadar memberikan benteng pertahanan bagi satu individu, pemenuhan hak kesehatan anak ini menjelma menjadi perisai kuat bagi lingkungan sekitar melalui terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Patricia memaparkan bahwa imunisasi merupakan garda terdepan dari berbagai upaya intervensi kesehatan masyarakat. Langkah medis ini dirancang secara khusus untuk menangkal penyebaran Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), mulai dari rubela, pertusis, influenza, hingga hepatitis.

"Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk mencegah penyakit. Jika cakupannya tinggi, merata, dan berkualitas, perlindungan tidak hanya dirasakan oleh anak yang disuntik, melainkan turut melindungi kelompok rentan lainnya," terangnya dalam sosialisasi Bulan Imunisasi Kejar Nasional Provinsi Riau secara virtual, Kamis (24/9/2026).

Lebih jauh, pemenuhan vaksinasi ini ternyata memiliki benang merah dengan upaya pemerintah menekan angka kekerdilan fisik atau stunting pada anak. Patricia menguraikan, balita yang memiliki sistem kekebalan tubuh optimal akan terhindar dari siklus sakit berulang akibat infeksi bakteri maupun virus mematikan.

Kondisi jasmani yang tidak mudah tumbang inilah yang menjamin proses tumbuh kembang anak bisa berjalan mulus tanpa hambatan medis. Mengingat besarnya manfaat yang dipertaruhkan, penyediaan dan akses layanan ini mutlak menjadi tanggung jawab bersama antara pemangku kebijakan dan seluruh lapisan masyarakat.

Target penuntasan perlindungan kesehatan anak dipastikan tidak akan tercapai tanpa adanya gerakan jemput bola di akar rumput. Oleh karena itu, tenaga kesehatan, para kader posyandu, perangkat desa dan kelurahan, hingga jejaring pendidikan didorong untuk lebih proaktif menyisir kondisi warganya.

"Kita semua perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para orang tua mengenai pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal. Penguatan edukasi lintas sektor ini sangat dibutuhkan agar anak-anak yang belum tersentuh vaksin dapat segera ditemukan dan dilayani secara maksimal," pungkasnya. ***