
PEKANBARU - Menjelang bulan Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Riau bersiap menyiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah cepat ini diambil guna menyukseskan Bulan Imunisasi Kejar Nasional yang berlangsung serentak selama satu bulan penuh, dengan fokus utama menyisir anak-anak yang belum pernah tersentuh vaksin sama sekali atau berstatus zero dose.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Patricia menerangkan bahwa gerakan massal ini dirancang khusus untuk menutup celah kekebalan tubuh pada anak di setiap wilayah. Lewat pemaparan secara virtual pada Kamis (24/9/2026), ia merinci prioritas utama penyuntikan difokuskan pada vaksin DPT dosis pertama.
"Prioritas pemberian imunisasi itu DPT 1 sebagai bentuk intervensi zero dose. Tetapi jika di lapangan ditemukan adanya jenis imunisasi lain yang belum lengkap, maka pelayanan dapat diberikan sesuai jadwal dan ketentuan," terangnya.
Untuk memastikan target tercapai, sasaran imunisasi telah dipetakan secara mendetail. Fokus utama menyasar bayi rentang usia 0-11 bulan yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama, serta anak di bawah dua tahun (baduta) berusia 12-23 bulan.
Layanan suntik kebal ini nantinya tidak terbatas pada fasilitas milik pemerintah seperti Puskesmas dan Posyandu. Pemerintah daerah turut menggandeng jejaring fasilitas kesehatan swasta, termasuk rumah sakit, tempat praktik dokter, hingga klinik bidan setempat agar jangkauan pelayanan semakin dekat dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Patricia menyebut sasaran imunisasi kejar ini sifatnya fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Program ini bisa membidik anak usia sekolah dasar, terutama di kabupaten atau kota yang capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) masih tercatat rendah.
Bahkan, program ini juga terbuka bagi wanita usia subur yang riwayat perlindungan imunisasinya belum berstatus lengkap sesuai ketentuan program kesehatan nasional.
Menyadari luasnya sasaran yang dibidik, Patricia menekankan bahwa jajaran kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Butuh kerja sama lintas sektor agar pelacakan dan pendataan warga yang luput dari imunisasi bisa berjalan optimal.
"Pelaksanaan kegiatan membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menemukan dan menjangkau sasaran, terutama anak yang belum mendapatkan imunisasi. Melalui pelaksanaan selama Oktober, dinas kesehatan berharap anak-anak ini dapat ditemukan dan langsung mendapatkan pelayanan sesuai jadwal," pungkasnya. ***