PEKANBARU - Program Tujuh Berkah Pajak Daerah yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau ternyata berhasil meraih pendapatan sebesar Rp165 miliar lebih hingga minggu kedua Maret 2023. Program tersebut masih berlangsung hingga 31 Mei 2023 mendatang.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Bapenda Riau, tercatat sebanyak 148.401 berbagai jenis kendaraan telah memanfaatkan program ini. Dalam hal ini, Kepala Bapenda Riau, Syahrial Abdi, mengimbau agar masyarakat khususnya para wajib pajak yang menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk segera memanfaatkan program ini.

"Masih ada waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk memanfaatkan program Tujuh Berkah ini. Setiap hari terus mengalami peningkatan masyarakat yang memanfaatkan program ini. Saat ini sudah Rp165 Miliar lebih pendapatan dari program Tujuh Berkah pajak ini," ujar Syahrial Abdi.

Program ini merupakan kebijakan yang berdasarkan Peraturan Gubernur Riau nomor 6/2023. Program ini hadir sebagai solusi dalam meringankan beban masyarakat yang akan terdampak sanksi penghapusan data kendaraan bermotor, akibat dari penerapan pasal 74 UU LLAJ nomor 22 Tahun 2009.

Syahrial Abdi menegaskan bahwa program Tujuh Berkah Pajak Daerah Riau Lebih Baik mencakup beberapa keuntungan seperti bebas denda pajak kendaraan bermotor, bebas bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) II, khusus kendaraan pembuatan sebelum tahun 2022. Selain itu, program ini juga memberikan bebas denda BBNKB II, bebas BBNKB kendaraan hasil lelang, kendaraan yang sudah lama tidak melakukan registrasi ulang, dan bebas pokok pajak kendaraan bermotor terutama tahun ke-4, ke-5 dan seterusnya.

Program ini juga memberikan diskon 50 persen pokok pajak kendaraan bermotor tahun pertama bagi wajib pajak berbadan usaha yang melakukan mutasi masuk khusus kendaraan pembuatan sebelum tahun 2022. Selanjutnya, pengurangan besaran perhitungan sanksi administrasi atau denda pajak kendaraan bermotor menjadi dua persen perbulan yang berlaku setelah enam poin kebijakan di atas berakhir.

"Ini juga salah satu usaha Pemprov dalam membantu masyarakat. Di mana jangan sampai kendaraan yang sudah dipakai selamanya ini dihapus datanya," ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan para wajib pajak yang selama ini menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk segera melunasi kewajibannya. Selain itu, program ini juga dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. ***