
PEKANBARU – Alat berat dan sejumlah pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau mulai dikerahkan ke area bawah Jembatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Mereka tengah fokus memperkuat struktur penyangga jembatan yang melintasi Sungai Rokan Kiri tersebut menyusul adanya temuan penurunan fondasi.
Berbeda dengan pengerjaan beberapa waktu lalu, perbaikan kali ini tidak mengharuskan adanya pengalihan arus. Aktivitas lalu lintas kendaraan warga maupun angkutan logistik tetap berjalan normal di atas bentangan jembatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal mengungkapkan bahwa fondasi jembatan terdeteksi turun sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Tindakan perbaikan ini harus disegerakan sebagai tindak lanjut langsung dari hasil penilaian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Walau masih terhitung kecil, kalau dibiarkan akan semakin membahayakan. Kalau dibiarkan bisa tambah parah. Hasil penilaian dari KNKT harus segera diperbaiki," urainya.
Kerusakan paling menonjol ditemukan pada pilar dua, dimana kondisi fondasinya sudah dalam keadaan menggantung. Untuk mengatasinya, tim di lapangan melakukan pengecoran ulang secara menyeluruh di sekeliling fondasi pilar tersebut. Sementara itu, pilar pertama yang kondisinya relatif lebih baik cukup diperkuat dengan pemasangan kawat bronjong di area sekitarnya.
Pengerjaan fisik dengan nilai kontrak mencapai Rp2,9 miliar ini dijadwalkan terus berlangsung hingga akhir tahun. Mengingat pentingnya akses jembatan ini bagi kelancaran mobilitas masyarakat luas, Khairul berharap ada peran aktif dari warga sekitar untuk menjaga ketahanan struktur bangunan jangka panjang.
"Kita minta masyarakat tidak menambang pasir di sekitar pilar itu," pintanya. ***