PEKANBARU – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menggelar pelatihan penguatan kelembagaan bagi petani sawit. Angkatan I tahun ini berlangsung sejak 25 Agustus hingga 3 September dengan melibatkan 36 peserta dari tiga kabupaten di Riau, yakni Bengkalis, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, menyebut pelatihan ini merupakan kesempatan berharga yang tidak semua petani sawit bisa peroleh.

“Selama beberapa hari ke depan, peserta akan menerima materi teori dan praktek lapangan, termasuk kunjungan kerja ke lokasi terkait. Semua itu diharapkan menambah ilmu dan wawasan petani sawit kita,” katanya saat membuka kegiatan di Novotel Pekanbaru, Senin (25/8/2025).

Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh harus diteruskan kepada petani lain di daerah asal peserta agar manfaatnya lebih luas. “Petani sawit tetap menjadi prioritas utama dalam membangun ekosistem kelapa sawit nasional agar lebih maju,” ujarnya.

Kepala Bagian Umum BBPMKP, Sutrisno Sipahutar, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara BPDP dengan BBPMKP. Tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat kalinya, menunjukkan konsistensi dan keberhasilan pelatihan sebelumnya.

“Fokusnya pada penguatan kelembagaan, pemahaman kemitraan usaha, keterampilan kepemimpinan, serta pengelolaan ekonomi kelembagaan. Harapannya, petani sawit mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus mendukung keberlanjutan industri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menambahkan bahwa BPDP sejauh ini telah banyak membantu peningkatan kapasitas petani sawit melalui pelatihan.

“Pesan dari Gubernur adalah pekebun harus diberdayakan, bukan hanya bekerja dengan cara masing-masing, tapi juga membangun kolaborasi. Karena itu materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan nyata petani kita,” ungkapnya.

Ia menilai, penguatan kelembagaan dan kepemimpinan menjadi kunci agar kelompok tani bisa bersaing dengan perkebunan skala perusahaan. Selain itu, BPDP juga membuka akses bantuan sarana, prasarana, hingga pendidikan.

“Sudah ada 1.900 anak petani sawit yang memperoleh beasiswa BPDP di berbagai kampus. Semakin banyak petani yang terakses program, semakin baik produktivitas sawit Riau, dan pada akhirnya memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. ***