
BENGKALIS - Jaringan pengedar narkoba di wilayah pesisir Riau terus memutar otak untuk mengelabui aparat penegak hukum. Mulai dari menyembunyikan barang di dalam kotak rokok hingga memanfaatkan kawasan pelabuhan penyeberangan menjadi trik yang digunakan para pelaku untuk mengedarkan sabu, Senin (15/6/2026).
Namun, kepolisian setempat berhasil membaca siasat tersebut melalui serangkaian pengintaian tajam. Kasus pertama terungkap di Jalan Kelapapati Tengah, Jumat (12/6/2026), saat seorang pengedar berinisial MA (34) kedapatan menyimpan paket sabu kecil di dalam bungkus rokok miliknya untuk mengelabuhi petugas yang berpatroli.
Taktik berbeda ditemukan tim lapangan saat mengendus transaksi di kawasan strategis Simpang Tiga Pelabuhan Roro Sungai Pakning, Sabtu (13/6/2026). Lokasi ini ditengarai rawan menjadi pintu masuk penyelundupan barang terlarang antarpulau.
"Target operasi bergeser ke kawasan strategis di Simpang Tiga Pelabuhan Roro Sungai Pakning, sebuah titik krusial yang rawan dijadikan jalur penyelundupan. Di pelabuhan tersebut, tim opsnal berhasil mencegat seorang pemuda berinisial AS (25)," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Saat disergap di area pelabuhan, AS kedapatan memegang erat satu paket sabu seberat 0,18 gram di tangannya. Melalui interogasi cepat di tempat kejadian perkara, pemuda ini bernyanyi bahwa paket tersebut didapatkan dari seorang pria berinisial A (38).
Polisi langsung mengepung rumah kediaman A di Jalan Sultan Syarif Kasim setelah mengantongi informasi dari kurir pelabuhan tersebut. Penggerebekan massal malam itu membuahkan hasil dengan tertangkapnya sang bandar tanpa perlawanan.
Di dalam rumah tersebut, petugas tidak hanya menangkap pelaku, melainkan juga menemukan berbagai alat pendukung bisnis haramnya. Mulai dari alat hisap bong, kaca pirex, sekop modifikasi untuk takaran sabu, hingga korek api gas disita dari lokasi.
"Di lokasi kedua ini, petugas mengamankan gudang persenjataan nyabu mulai dari alat hisap (bong), kaca pirex, sekop modifikasi untuk takaran sabu, mancis, hingga dua unit telepon genggam," jelasnya.
Pola penyebaran yang menyasar titik transportasi publik ini menjadi perhatian serius bagi aparat untuk memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk wilayah pelabuhan ke depan. ***