PEKANBARU - Kekhawatiran warga akan tingginya biaya penanganan medis saat kondisi gawat darurat kini mendapat jalan keluar. Cukup bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) lokal, masyarakat kini dijamin mendapat pelayanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit yang ada di Kota Pekanbaru.

Kepastian jaminan kesehatan ini terealisasi setelah Pemerintah Kota Pekanbaru bersama DPRD setempat sepakat mengalokasikan dana sekitar Rp100 miliar. Kebijakan yang disiapkan Kamis (24/9/2026) ini dirancang sebagai jaring pengaman agar hak medis dasar masyarakat tidak terputus, terutama saat terjadi penyesuaian data status desil kesejahteraan pada sistem bantuan sosial.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin menerangkan, alokasi anggaran ini memprioritaskan pertolongan medis pada situasi mendesak di rumah sakit.

"Kita di DPRD bersama Pemkot sudah menganggarkan kurang lebih Rp100 miliar untuk menjamin bapak dan ibu ber-KTP Kota Pekanbaru berobat hanya menggunakan KTP," papar Tekad.

Mekanisme di lapangan sengaja dibuat sangat sederhana. Pasien atau keluarga pendamping yang membutuhkan pertolongan medis segera dapat langsung mendatangi unit gawat darurat (UGD) rumah sakit terdekat. Petugas pendaftaran akan memproses layanan kesehatan tersebut murni berdasarkan verifikasi identitas kependudukan Pekanbaru, tanpa menanyakan tingkat kesejahteraan.

"Artinya, ketika saat emergency tidak pandang desil berapa. Selama dia ber-KTP Pekanbaru, silakan ke UGD atau rumah sakit mana pun di Kota Pekanbaru. Tunjukkan KTP Pekanbaru, insyaallah berobatnya gratis," tegasnya.

Guna melengkapi skema kemudahan akses kesehatan daerah ini, Pemkot Pekanbaru turut mengoptimalkan kanal layanan panggilan cepat 112. Call center ini beroperasi untuk mempercepat penanganan medis bagi warga yang kondisinya memburuk di rumah, sekaligus membuka jalur penyelesaian masalah administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

"Bapak ibu silakan hubungi 112 jika memang keadaan kesehatan tidak baik atau emergency. Kalau tidak aktif BPJS-nya, nanti akan diaktifkan oleh petugas dari layanan call center 112 tersebut," urainya. ***