PEKANBARU - Kepadatan lalu lintas dan deru kendaraan berat yang kerap melintasi pusat kota menjadi tantangan tersendiri bagi kenyamanan warga. Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kini tengah menggesa percepatan pembangunan Jalan Lingkar 70 yang membentang di wilayah Kecamatan Tenayan Raya.

Jalur ini dirancang sebagai urat nadi penghubung antara Jalan Lintas Timur dengan akses Tol Pekanbaru-Dumai. Selain membuka konektivitas lintas wilayah, proyek ini diyakini mampu memecah penumpukan arus kendaraan dan menawarkan mobilitas yang lebih lancar bagi masyarakat luas.

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi menilai, eksekusi di lapangan membutuhkan sinkronisasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Menurutnya, pelibatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Bina Marga sangat diperlukan guna mematangkan aspek teknis, skema pembiayaan, hingga penyambungan jalur dengan jaringan tol yang sudah ada.

"Kita berharap koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat. Kalau memang ditargetkan mulai dibangun tahun depan, persiapan dari sekarang harus benar-benar dimatangkan," ujar Sabarudi, Selasa (22/9/2026).

Ia menekankan agar gagasan ini tidak berhenti sebatas rencana di atas kertas. Apabila jalur penghubung ini terbangun dengan baik, rute kendaraan bertonase besar dapat langsung dialihkan. Beban jalan raya di pusat kota yang selama ini sering dikeluhkan warga pun perlahan akan terurai.

"Kalau jalan lingkar ini benar-benar terhubung dengan jaringan jalan yang ada, tentu sangat membantu. Kendaraan bertonase besar bisa diarahkan melalui jalur alternatif sehingga tidak semuanya masuk ke pusat kota," terangnya.

Di samping memecah kemacetan, pembukaan akses baru ini juga diproyeksikan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya. Hal ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan Kecamatan Tenayan Raya, yang perlahan tumbuh menjadi kawasan aktivitas baru seiring dengan berdirinya kompleks Perkantoran Pemkot Pekanbaru.

Politisi PKS ini memastikan pihak legislatif akan mengawal penuh langkah percepatan tersebut guna memastikan realisasinya tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan publik.

"Pada prinsipnya kami mendukung percepatan pembangunan Jalan Lingkar 70 ini. Kalau aksesnya terbangun, masyarakat akan memiliki jalur alternatif dan kendaraan dari daerah sekitar tidak perlu lagi masuk terlalu jauh ke dalam kota," paparnya.

"Ini bukan hanya soal membangun jalan baru, tetapi bagaimana membuka konektivitas antarwilayah. Tenayan Raya dan kawasan sekitarnya membutuhkan akses yang baik, termasuk menuju jalan tol," pungkas Sabarudi. ***