PEKANBARU – Keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam menggesa tahapan verifikasi dan validasi (verval) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai perhatian khusus dari pemerintah pusat. Strategi pendampingan langsung jemput bola yang diterapkan daerah ini dinilai sangat efektif, sehingga diusulkan menjadi rujukan nasional bagi provinsi lainnya.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Pemantauan Percepatan Pelaksanaan Verval KDKMP Nasional secara virtual, Minggu (20/9/2026). Rapat ini turut diikuti oleh jajaran Pemprov Riau dari Ruang Rapat Kediaman Sekretaris Daerah Provinsi Riau.

"Ya, beri tepuk tangan buat Provinsi Riau. Ini luar biasa, Pak. Mungkin bisa sharing kiat-kiat apa untuk teman-teman yang lain, supaya bisa mencontoh dan meniru apa yang dilakukan Provinsi Riau," puji Ferry menanggapi laporan progres capaian daerah tersebut.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi memaparkan bahwa dari total target 552 KDKMP, sebanyak 417 koperasi telah tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Hingga akhir pekan ini, tim di lapangan telah merampungkan proses verval terhadap 209 koperasi, dimana 105 di antaranya sudah berhasil diinput ke dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih (SIMKOPDES).

Angka ini dipastikan terus bergerak naik seiring dengan masifnya proses pemeriksaan dokumen dan pengecekan lapangan. Syahrial menekankan bahwa kunci percepatan ini terletak pada sinergi dan pendampingan intensif kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota agar tidak terjadi kendala pemenuhan syarat.

Menyambung hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Taufik OH merinci strategi operasional yang telah berjalan selama sebulan terakhir. Tim verval tingkat provinsi memilih turun langsung membedah data di enam wilayah, yakni Kota Dumai, Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kampar.

"Tim yang turun juga membawa laptop untuk langsung melakukan input apabila datanya sudah dianggap memadai," beber Taufik.

Pola kerja paralel antara pemeriksaan fisik kelengkapan dokumen dan penginputan sistem dalam satu waktu ini terbukti memangkas alur birokrasi yang berbelit. Selain itu, Pemprov Riau juga mengawal progres harian melalui rapat koordinasi virtual setiap hari Kamis pagi bersama para kepala dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota.

Setelah merampungkan gelombang pertama, tim verval provinsi tengah menyusun jadwal untuk menyasar enam kabupaten/kota tersisa di Riau. Pendampingan berkelanjutan ini dipastikan akan terus bergulir secara bertahap hingga seluruh berkas KDKMP tervalidasi seutuhnya. ***