SELATPANJANG - Ekspansi kekuatan pertahanan teritorial di Provinsi Riau terus berlanjut dengan rencana pendirian Batalyon Teritorial Pembangunan (YONTP) di pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti. Satuan baru yang diusulkan mengusung nama Ghat Sakti ini diproyeksikan menjadi pilar pengamanan batas wilayah sekaligus motor penggerak ketahanan pangan warga setempat.

Rencana tata letak militer ini dibedah dalam rapat koordinasi antara jajaran Kodim 0303/Bengkalis dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti di Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (26/10/2026). Kepala Staf Kodim 0303/Bengkalis, Mayor Inf Suratno merinci bahwa pendirian batalyon ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan satuan teritorial besar di Riau, yang juga mencakup pembangunan Korem dan satuan pendidikan Rindam di Duri, Kabupaten Bengkalis.

"Pembangunan Korem di Duri telah mencapai sekitar 70 persen, sedangkan pembangunan YONTP di sana melampaui 50 persen. Pengalaman ini menjadi bahan evaluasi untuk pembangunan fasilitas di Kepulauan Meranti," jelas Suratno.

Menariknya, batalyon baru ini tidak hanya membawa misi militer, tetapi juga identitas kultural yang kuat. Nama satuan Ghat Sakti dipilih secara khusus setelah melewati serangkaian konsultasi mendalam dengan Lembaga Adat Melayu (LAM). Identitas ini diangkat untuk merepresentasikan nilai sejarah, kehormatan, dan kearifan lokal masyarakat adat Kepulauan Meranti.

Penempatan markas Ghat Sakti di kawasan kepulauan ini juga dilandasi oleh analisis dinamika geopolitik. Kondisi lingkungan yang berdekatan dengan batas negara tetangga dan kaya akan sumber daya energi menuntut kehadiran satuan militer yang siaga secara permanen.

Guna memulai operasional satuan, sekitar 500 personel dijadwalkan merapat ke Kepulauan Meranti pada tahap awal pengerahan. Ratusan prajurit ini akan menempati fasilitas sementara sembari merintis kawasan utama seluas 50 hektare yang kelak dikembangkan menjadi markas terpadu, lengkap dengan fasilitas kompi agrikultur dan peternakan. ***