JAKARTA – Sekitar 25 ribu anggota Pramuka dari berbagai penjuru tanah air hingga perwakilan negara sahabat memadati Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Di tengah puluhan ribu peserta perkemahan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar hadir langsung mewakili Bupati Siak, Afni dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Perkemahan akbar tingkat Penggalang yang dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 20 Agustus 2026 ini mengusung misi spesifik, yakni "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Rangkaian pembukaan turut diwarnai pesan kebangsaan melalui pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang dibacakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan pilar penting dalam mencetak mental tangguh generasi penerus bangsa, dengan tetap mempertahankan nilai kedisiplinan dan gotong royong di tengah arus teknologi.

"Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia," urainya menyampaikan pesan Presiden di hadapan sekitar 19.833 peserta dari 41 kontingen.

Wadah Pembentukan Karakter Pemuda Siak

Menyimak arahan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar memandang gerakan kepramukaan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Siak dalam membina anak-anak muda. Menurutnya, perkemahan lima tahunan ini bukan sebatas ajang melatih keterampilan fisik, melainkan ruang untuk menempa sikap mental di lingkungan sosial.

"Pramuka merupakan wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter generasi muda. Di dalamnya ada nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini penting untuk terus kita tanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Siak," jelasnya.

Kehadirannya di Cibubur menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelajar agar terus berkembang di luar ruang kelas.

"Anak-anak muda kita harus diberikan ruang untuk belajar, berkreasi, berinovasi dan membangun kemandirian. Dari kegiatan seperti inilah karakter dan rasa percaya diri mereka dapat tumbuh," imbuhnya.

Lebih Dekat dengan Potensi Daerah

Terkait tema swasembada pangan yang diangkat tahun ini, Mahadar menilainya sangat relevan dengan tantangan riil pembangunan saat ini. Ia mendorong agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi masa kini, tetapi harus turun langsung mengenali kekayaan alam serta potensi lokal daerah masing-masing.

"Tema swasembada pangan ini menjadi pengingat bahwa generasi muda juga harus dekat dengan potensi daerah. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat," sebutnya.

Sebagai informasi, selama delapan hari perkemahan, para peserta diajak menyelami beragam kegiatan edukatif. Mulai dari petualangan air, kampung pertanian terpadu, kampung digital, forum penggalang, hingga festival seni budaya dan bela negara. Seluruh agenda ini dirancang khusus untuk memperluas wawasan sekaligus mengasah empati sosial peserta.

Menyongsong Generasi Indonesia Emas

Bekal pengalaman berharga dari Buperta Cibubur ini diharapkan tidak hanya berhenti di area perkemahan. Pemerintah Kabupaten Siak menaruh harapan besar agar ilmu yang diserap dapat diaplikasikan saat peserta kembali ke daerah asalnya.

"Kita berharap anak-anak Siak yang mengikuti kegiatan kepramukaan dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di sini untuk dikembangkan di daerah. Semangat belajar, berinovasi, menjaga lingkungan dan bekerja sama harus terus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda kita," harapnya.

Harapan tersebut selaras dengan proyeksi Indonesia menuju usia satu abad pada 2045 mendatang. Mengutip pesan penutup Presiden, Mahadar meyakini bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci lahirnya pemimpin masa depan yang mumpuni dalam menghadapi tantangan zaman.

"Masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda. Karena itu, menjadi tugas kita bersama memberikan ruang dan kesempatan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, terampil, mandiri dan memiliki kecintaan terhadap daerah serta bangsanya," pungkasnya. ***