
PEKANBARU - Cara mengenakan pakaian adat bukan sekadar urusan estetika busana, melainkan wujud penjagaan terhadap identitas dan kehormatan budaya lokal. Guna memastikan tradisi tersebut tetap dipahami secara utuh, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau menggelar sosialisasi tata cara berbusana Melayu bagi para anggotanya di Gedung Wanita, Kamis (30/7/2026).
Sekretaris DWP Provinsi Riau, Elly Zulkifli menyampaikan bahwa pakaian Melayu memiliki pakem serta nilai filosofis yang harus dijunjung tinggi. Pemahaman terkait aturan pemakaian ini menjadi keharusan agar esensi kebudayaan tidak memudar saat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Oleh karena itu, ini penting untuk kita memahami cara berpakaian yang benar, warna yang digunakan, aksesorisnya, dan setelannya dipakai untuk acara adat atau acara resmi," urainya.
Melalui ajang silaturahmi bulanan tersebut, Elly menaruh harapan agar seluruh anggota DWP dapat terus mengembangkan kapasitas diri. Edukasi yang didapatkan diharapkan tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga meluas ke lingkungan keluarga hingga masyarakat umum agar rasa bangga terhadap warisan leluhur dapat terus tumbuh.
Guna memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan kaidah adat, agenda ini menghadirkan narasumber langsung dari pengurus perempuan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Sinergi ini dibangun sebagai langkah konkret lintas lembaga dalam menjaga kelestarian adat istiadat setempat.
Ketua DWP Riau, Herawati Abdi menuturkan bahwa pengetahuan yang tepat mengenai setelan pakaian Melayu merupakan bekal dasar bagi para anggota sebelum memberikan edukasi kepada publik luas.
"Kita sebagai pemakai bajunya, harus benar. Karena nanti akan disosialisasikan ke masyarakat. Seperti ini loh cara berpakaian yang betul, bajunya atau pemakaian selendangnya," terang Herawati Abdi. ***