
PEKANBARU – Masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik melintasi wilayah Riau kini bisa merasa lebih tenang. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau resmi mendirikan 14 posko mudik yang tersebar di jalur lintas barat, timur, utara, dan selatan untuk memastikan kelancaran tradisi pulang kampung tahun ini.
Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak sekadar memantau kelancaran arus lalu lintas. Lokasi ini juga difungsikan sebagai titik siaga alat berat guna mengantisipasi kendala mendadak di jalanan, seperti kerusakan aspal atau tanah longsor.
"Kami mendirikan 14 posko di jalur mudik untuk memantau kelancaran arus lalu lintas. Di posko tersebut juga disiagakan alat berat," urainya, Senin (16/3/2026).
Selain bantuan teknis penanganan jalan, kehadiran posko ini sangat bermanfaat bagi para pengendara, terutama pemudik dari luar daerah. Tersedia peta informasi jalur yang terpasang di setiap posko guna memandu arah perjalanan warga agar tidak tersesat.
"Masyarakat juga bisa beristirahat pada posko tersebut. Kami juga menyediakan tempat untuk sekadar beristirahat sejenak," paparnya.
Adapun sebaran belasan posko tersebut diletakkan di titik-titik strategis. Di jalur lintas utama, posko berdiri di Simpang Balam-Simpang Batang Rohil, Simpang Batang-Simpang Kulim Km 235+580, dan Simpang Batang-Simpang Kulim Km 230+300 Rohil. Beberapa posko lainnya bersiaga di rute Duri-Kandis Bengkalis, Rantau Berangin-Batas Sumbar, Simpang Ujung Tanjung-Bagan Siapi-api, serta Simpang Kayu Ara Pelalawan.
"Selanjutnya di Simpang Lago-Simpang Buatan, Simpang Lago-Sorek I, Sorek I-Batas Inhu, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, Marpoyan-Batas Kuansing, dan Taluk Kuantan Batas Sumbar," jelasnya.
Sementara itu dari sisi kesiapan sarana angkutan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, menjamin ketersediaan armada transportasi bagi warga yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Sebanyak 28.380 armada transportasi darat telah disiapkan untuk mendukung lonjakan mobilitas selama periode Lebaran.
Dukungan transportasi tidak terbatas pada jalur darat. Pemerintah turut menyiagakan lima unit kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 12 maskapai penerbangan, dan 10 kapal laut yang siap melayani perjalanan penumpang antarwilayah.
Mengingat tingginya volume mobilitas masyarakat saat musim libur panjang, pengendara diwanti-wanti untuk tetap memprioritaskan keamanan di jalan raya. Persiapan fisik pengemudi maupun kelayakan operasional kendaraan menjadi kunci utama keselamatan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak membawa barang berlebihan, serta membawa kelengkapan surat kendaraan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat karena itu berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain," ungkapnya. ***