
PEKANBARU – Harapan masyarakat Desa Koto Masjid, Kabupaten Kampar, agar festival lokal mereka naik kelas mendapat titik terang. Berawal dari ajang silaturahmi di Hasanah Guest House Pekanbaru, Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief merespons cepat aspirasi tersebut dengan langsung menghubungi Menteri Pariwisata, Widi melalui panggilan video, Ahad (27/9/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan Hendry setelah mendengarkan langsung keinginan Pemerintah Desa (Pemdes) Koto Masjid. Mereka berharap wakil rakyat dari daerah pemilihan Riau tersebut dapat memberikan dukungan penuh agar Festival Kampung Patin bisa diakui sebagai salah satu agenda dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Di tengah pertemuan tersebut, Hendry tidak membuang waktu. Ia menyambungkan komunikasi langsung antara perwakilan desa dengan pihak kementerian.
"Bu, saya ini kumpul bersama rekan-rekan dari desa wisata. Namanya Kampung Patin, Bu. Izin, kawan-kawan mau video call sebentar," terang Hendry saat membuka percakapan dengan Menteri Pariwisata.
Dalam komunikasi visual tersebut, Hendry memaparkan rekam jejak festival yang sudah menjadi agenda rutin masyarakat setempat. Ia menegaskan kesiapan desa tersebut untuk bersaing di tingkat nasional.
"Ini sudah empat tahun berturut-turut digelar. Mereka ingin mengusulkan agar masuk Kharisma Event Nasional, Bu," paparnya kepada Menteri Widi.
Mendengar pemaparan itu, Menteri Pariwisata memberikan tanggapan yang konstruktif. Ia menyampaikan bahwa proses pendaftaran masih bergulir hingga akhir September dan meminta usulan tersebut segera disiapkan. Widi juga mengarahkan agar pihak desa berkoordinasi langsung dengan Deputi Bidang Event di kementeriannya.
Hendry turut memberikan gambaran potensi komprehensif terkait kawasan wisata yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar tersebut. Ia merinci bahwa dari total area pariwisata seluas 425 hektare di Desa Koto Masjid, sekitar 150 hektare dimanfaatkan secara khusus sebagai kolam budidaya ikan patin.
Saat ditanya mengenai konsep utama acara, Hendry menjelaskan bahwa Festival Kampung Patin yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 21 November 2026 ini memadukan konsep wisata kuliner, edukasi, dan budidaya perikanan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga lokal.
Mendapat arahan langsung untuk segera mendaftar, Hendry lekas meneruskan informasi tersebut kepada perwakilan desa yang hadir.
"Alhamdulillah, ini berarti rezeki kawan-kawan, Bu. Mereka sangat bersemangat dan datang khusus untuk audiensi," ungkapnya merespons arahan menteri.
Pertemuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Internasional ini dimanfaatkan Hendry untuk menghubungkan langsung potensi di akar rumput dengan pemangku kebijakan di pusat. Dukungan ini membuka ruang bagi Festival Kampung Patin untuk memperluas jangkauan promosi, sekaligus mempertegas posisi Desa Koto Masjid sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Riau. ***