PEKANBARU – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali menggelar Sidang Senat Terbuka untuk mewisuda 600 lulusan dari program Doktor ke-65, Magister ke-97, serta Sarjana dan Diploma ke-117. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, direktur pascasarjana, guru besar, dan anggota senat.

Sidang resmi dibuka oleh Ketua Senat, Prof Dr Syamruddin, MA. Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof Dr Leny Nofianti, MS, SE, MSi, Ak, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan studi dengan penuh dedikasi.

"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya. Di luar sana, tantangan lebih besar telah menanti, terutama di era digital dan kecerdasan buatan," ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Ia juga menegaskan pentingnya membawa bekal etika, akhlak, serta nilai-nilai keislaman dalam menjalani kehidupan nyata. Menurutnya, kesuksesan ditentukan oleh keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

"Mereka yang sukses sejati adalah yang mampu menjaga harmoni ketiganya," tambahnya.

Acara wisuda turut diisi orasi ilmiah oleh Wakil Rektor III, Dr Harris Simaremare, ST, MT, bertema Menjadi Arsitek Masa Depan: Navigasi Disrupsi dan Peran Intelektual Muslim di Era Kecerdasan Buatan (AI). Ia menekankan bahwa adaptasi terhadap perubahan teknologi menjadi keharusan bagi setiap lulusan.

"Sejarah peradaban manusia adalah kisah tentang lompatan-lompatan besar yang dikenal sebagai revolusi. Kini, kita berada pada titik perubahan yang kita ciptakan sendiri. Justru di sinilah tantangannya," urainya.

Dengan wisuda ini, UIN Suska Riau berharap lulusannya menjadi agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata di tengah tantangan global yang terus bergerak cepat. ***