PEKANBARU – Warga Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, diharapkan segera merasakan percepatan pembangunan infrastruktur di lingkungan masing-masing. Hal ini menyusul instruksi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang meminta para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) baru untuk langsung bekerja merangkul masyarakat usai dilantik.

Pelantikan ratusan pengurus lingkungan tersebut berlangsung di Kawasan Wisata Danau Kayangan, Kecamatan Rumbai Timur, Sabtu (8/8/2026). Wali Kota menaruh harapan besar agar ujung tombak pemerintahan ini mampu menjadi penghubung yang aktif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dan masyarakat di tingkat tapak.

"Setelah dilantik, para ketua RT dan RW tidak perlu menunggu lama untuk mulai menjalankan tugas. Saya sudah meminta mereka segera berkoordinasi dengan warga sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lingkungan masing-masing," urainya.

Kawal Program Rp100 Juta per RW

Dalam waktu dekat, jajaran Pemkot Pekanbaru berencana turun langsung ke sejumlah permukiman warga guna memastikan berbagai program pemerintah berjalan tepat sasaran. Salah satu fokus utamanya adalah realisasi bantuan dana pembangunan senilai Rp100 juta untuk setiap RW. Anggaran ini disiapkan untuk mendanai perbaikan jalan, pembenahan drainase, dan pembangunan fasilitas umum lainnya sesuai usulan warga.

"Sudah mulai ada program Rp100 juta per RW. Jadi, mereka semua sudah mulai berkoordinasi dengan pemkot agar nanti lebih tepat sasarannya," tegas Agung.

Guna mematangkan sinergi tersebut, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kegiatan pembekalan bagi para pengurus. Forum ini akan menjadi wadah dialog untuk membedah berbagai persoalan yang dihadapi warga, sehingga saat Pemkot turun ke lapangan, perangkat lingkungan sudah memetakan solusinya secara terukur.

Di tempat yang sama, Camat Rumbai Timur, Syamsudin, memaparkan bahwa dari total pengurus di wilayahnya, sebanyak 131 orang baru saja dilantik hari ini. Sementara itu, 54 ketua RT dan RW lainnya masih berstatus aktif dengan sisa masa jabatan bervariasi antara satu hingga tiga tahun ke depan.

Menanggapi dinamika pemilihan di Kelurahan Tebing Tinggi Okura yang sempat menghangat, Syamsudin memastikan prosesnya telah berjalan sesuai koridor hukum. Ia menjamin kepanitiaan telah bekerja berdasarkan asas musyawarah dan mufakat bersama warga setempat.

"Panitia pemilihan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Dalam proses pemilihan RT dan RW, terdapat mekanisme musyawarah mufakat. Calon yang akhirnya ditetapkan juga memperoleh dukungan yang kuat dari warga," jelasnya.

Selain jajaran RT dan RW, acara tersebut juga diwarnai dengan pengukuhan pengurus Dasawisma Kecamatan Rumbai Timur. Kelompok ini diproyeksikan menjadi motor penggerak perekonomian melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Syamsudin mencontohkan keberhasilan program percontohan 'Aku Hatinya PKK' yang telah diterapkan di halaman kantor kecamatan. Inisiatif tersebut terbukti mendapat sambutan positif dan memicu keinginan warga untuk mereplikasinya di pekarangan rumah mereka guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

"Tujuan kami menghidupkan UMKM. Dasawisma inilah yang ke depan bisa berbuat lebih banyak," pungkasnya. ***