
PEKANBARU - Upaya menekan emisi karbon dan mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan di ibukota Provinsi Riau mendapat dorongan baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru secara resmi menggandeng seluruh pengurus, anggota, dan kader Gerakan Pramuka setempat untuk menyukseskan program Green City atau Pekanbaru Lestari.
Ajakan pelestarian lingkungan tersebut ditekankan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE MM di hadapan para kader kepanduan. Ia meminta Pramuka mengambil peran terdepan dalam menjaga kelestarian alam sekitar.
Target Penanaman Ratusan Pohon
Seruan ini disampaikan di sela-sela agenda pelantikan kepengurusan Satuan Karya (Saka), Satuan Komunitas (Sako), dan Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kwarcab Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030 yang berlangsung di Aula Bank Riau Kepri Syariah Menara Dang Merdu, Jumat (7/8/2026).
"Kita ingin Pramuka ini menjadi pelopor utama program green city atau yang lebih spesifiknya lagi Pekanbaru Lestari," harapnya.
Untuk mewujudkan langkah konkret tersebut, Agung menginstruksikan agar seluruh Gugus Depan (Gudep) di bawah naungan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru segera melakukan aksi nyata berupa penanaman bibit pohon.
"Semua gudep, minimalnya bisa menanam dan merawat 100 pohon," tegasnya.
Investasi Lingkungan Berkelanjutan
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa visi pembangunan Green City tidak akan berjalan maksimal tanpa kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk gerakan kepemudaan. Keterlibatan Pramuka dinilai sangat efektif untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem daerah.
Langkah penanaman dan perawatan pohon secara masif ini juga diyakini mampu menekan dampak pemanasan global di wilayah perkotaan yang padat.
"Ini sangat penting untuk anak-anak kita, generasi kita ke depan," pungkasnya. ***