PEKANBARU – Nasib memilukan menimpa seorang perempuan asal Kabupaten Siak, Riau. Perempuan yang diduga kuat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini dikabarkan meninggal dunia di Phnom Penh, Kamboja. Saat ini, keluarga yang tengah berduka sangat berharap jenazah dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan dengan layak di kampung halamannya.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, mengonfirmasi kabar duka yang menimpa warga Siak tersebut. Pihak keluarga telah mengetahui peristiwa kehilangan ini dan langsung meminta pendampingan kepada pemerintah untuk proses pemulangan jenazah.

"Benar, korban meninggal dunia. Keluarga juga sudah mengetahui dan meminta bantuan kepada BP3MI untuk pemulangan," ujar Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, Minggu (8/3/2026) malam.

Proses pemulangan jenazah antarnegara membutuhkan sinergi dan birokrasi yang berjenjang. Fanny memaparkan, wewenang BP3MI untuk memfasilitasi pemulangan ke daerah asal baru bisa dilakukan setelah jenazah tiba di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya intensif meminta bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk mengurus kepulangan jenazah dari negara tersebut.

"Sesuai prosedur, BP3MI akan memfasilitasi pemulangan ke daerah asal jika jenazah sudah berada di Indonesia. Karena saat ini masih di luar negeri, kami masih meminta bantuan KBRI untuk proses pemulangan," jelasnya.

Mengingat biaya pemulangan lintas negara membutuhkan dana yang tidak sedikit, BP3MI Riau telah menjalin komunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak. Langkah ini diambil agar pemerintah daerah setempat dapat turun tangan membantu meringankan beban pembiayaan yang ditanggung keluarga korban.

"Kami juga sudah menginformasikan ke Disnaker Siak dan meminta agar Disnaker bersama Pemkab Siak ikut membantu biaya pemulangan dari luar negeri ke Indonesia," tambahnya.

Tragedi kemanusiaan ini bermula saat korban merantau ke Malaysia, Desember 2025. Namun, jejak keberadaannya justru ditemukan di Kamboja hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia. Dugaan keterlibatan sindikat perdagangan manusia membuat jajaran Polda Riau bersama Divisi Hubungan Internasional Polri turun tangan. Penyelidikan lintas instansi terus berjalan untuk mengusut tuntas jaringan pelaku di balik peristiwa yang mengorbankan warga Riau ini. ***