
TELUK KUANTAN – Rumor skandal yang menyeret nama Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, dengan seorang wanita berinisial VA ternyata murni berawal dari urusan perniagaan. Suami VA, berinisial RC, membantah keras tudingan perselingkuhan tersebut dan menegaskan interaksi yang terjadi sebatas penyelesaian transaksi bisnis.
RC menyebut narasi yang disebarkan melalui sejumlah platform media online adalah fitnah dan hoaks yang sangat merugikan nama baik keluarganya.
"Memang ada persoalan yang diselesaikan, itu terkait pemesanan jilbab dalam jumlah besar beberapa waktu lalu. Tapi semuanya sudah clear," jelas RC, Minggu (29/3/2026).
Ia menguraikan bahwa keluarganya memang sudah menjalin relasi pertemanan dengan Mukhlisin sejak tahun 2014, jauh sebelum politikus tersebut menduduki kursi nomor dua di pemerintahan daerah. Saat itu, Mukhlisin masih berstatus sebagai anggota DPRD Kuansing.
"Jangan disalahartikan. Kami sudah saling kenal sejak 2014. Ketika beliau menjabat saat ini, wajar jika hubungan silaturahmi kami masih terjalin dengan baik," urainya.
RC sangat menyayangkan tindakan pihak tidak bertanggung jawab yang memelintir persoalan bisnis menjadi isu asmara terlarang, terlebih disebarkan pada momen perayaan Idulfitri.
"Dalam momen Idul Fitri ini harusnya menyampaikan yang baik-baik saja. Kami punya keluarga dan pak Wabup Muhklisin juga punya keluarga. Harusnya mereka yang menebar berita bohong atau hoaks memikirkan itu," tambahnya.
Menyikapi serangan kampanye hitam ini, Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, sebelumnya telah melayangkan ultimatum keras. Ia memberikan tenggat waktu 24 jam bagi media penyebar fitnah tersebut untuk menghapus artikel atau berhadapan dengan proses hukum di Polda Riau.
"Saya akan lapor ke Polda Riau jika berita itu tidak dihapus dan diklarifikasi dalam waktu 24 jam. Saya harus menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah ini, jika saya diam, publik akan menyangka fitnah ini sebagai fakta," paparnya.
Ancaman pidana tersebut akhirnya membuahkan hasil. Artikel yang memuat tuduhan skandal fiktif terkait bisnis jilbab tersebut kini telah dihapus sepenuhnya dari situs web media online yang bersangkutan. ***