
PEKANBARU – Perayaan Hari Jadi Provinsi Riau ke-68 semakin meriah dengan digelarnya Trofeo Riau Bermarwah 2025. Ajang persahabatan sepak bola yang mempertemukan legenda-legenda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura ini menjadi magnet besar bagi pecinta bola di Bumi Lancang Kuning.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Erisman Yahya, yang hadir mewakili Gubernur Riau, menyebut pertandingan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga kesempatan emas bagi masyarakat untuk bernostalgia dengan para bintang lapangan hijau yang pernah berjaya di masanya.
Nama-nama besar seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga Muhammad Isnaini dari Pekanbaru tampil mewakili Indonesia. Dari Singapura hadir Baihakki Khaizan, Fandi Ahmad, Khairul Amri, dan Abbas Saad. Sementara Malaysia mengirimkan Akmal Rizal dan Khalid Jamlus, dua penyerang tajam yang pernah memperkuat timnas.
“Kehadiran para legenda bola ini tentu menjadi magnet besar yang mampu menarik perhatian pecinta sepak bola, sekaligus meningkatkan kembali popularitas olahraga ini di Riau,” kata Erisman di Hotel Aryaduta, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, partisipasi Malaysia dan Singapura semakin memperkuat ikatan sejarah dan budaya serumpun Melayu. “Melalui ajang ini, kebersamaan dan persaudaraan antara Riau, Malaysia, dan Singapura bisa kembali terjalin erat,” jelasnya.
Trofeo Riau Bermarwah 2025 melibatkan tiga tim, yakni mantan pemain timnas Singapura, mantan pemain timnas Malaysia, dan Tim Riau Bermarwah yang diperkuat para veteran PSPS Pekanbaru. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga sarana silaturahmi lintas generasi dan lintas negara.
“Trofeo ini bukan sekadar pertemuan para legenda, tapi juga reuni bagi para penggemar sepak bola yang ingin kembali menyaksikan idola mereka bermain di lapangan,” tambah Erisman.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa sepak bola selalu menjadi simbol persatuan. “Gol tercipta dari kerja sama tim, sama halnya dengan pembangunan daerah yang hanya bisa berhasil jika seluruh masyarakatnya bersinergi. Inilah nilai yang ingin kita wariskan melalui Trofeo Riau Bermarwah,” ujarnya.
Selain menjadi hiburan, ajang ini juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda Riau. Kehadiran legenda sepak bola menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan semangat persatuan dapat melahirkan prestasi.
“Sepak bola dalam kondisi apa pun harus terus berjalan, karena di lapangan hijau kita semua bersaudara,” tutup Erisman. ***