PEKANBARU - Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Pekanbaru yang akan mengintegrasikan jalur vital antarwilayah di Riau terus menunjukkan tren positif. Hingga bulan Juli 2026, pengerjaan fisik proyek sepanjang 30,57 kilometer ini telah menyentuh angka 77,45 persen.

Kehadiran rute baru ini nantinya akan menghubungkan kawasan Muara Fajar Timur secara langsung dengan dua ruas tol utama, yakni Tol Pekanbaru–Bangkinang dan Tol Pekanbaru–Dumai. Manager Pengendalian Tol Ruas Pekanbaru–Rengat Lingkar Pekanbaru, Abdullah Nur Rahmat memastikan percepatan terus dilakukan di lapangan agar proyek selesai sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Secara keseluruhan, progres konstruksi telah mencapai 77,45 persen. Pengadaan tanah berada di angka 87,15 persen, sedangkan desain RTA sudah selesai 100 persen," paparnya, Jumat (17/7/2026).

Spesifikasi dan Fasilitas Utama

Infrastruktur yang membentang melintasi wilayah Kota Pekanbaru dan sebagian Kabupaten Kampar ini dirancang dengan kecepatan operasional hingga 100 kilometer per jam. Jalan ini menggunakan konstruksi perkerasan beton (rigid pavement) dengan lebar lajur 3,6 meter.

Pada tahap awal operasional, jalan bebas hambatan ini dibangun dengan formasi dua lajur di masing-masing arah. Namun, konstruksi dasarnya telah disiapkan untuk pelebaran menjadi tiga lajur di setiap arah apabila volume lalu lintas melonjak di masa mendatang.

"Tol ini memiliki panjang 30,57 kilometer dan dirancang untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang di sekitar Pekanbaru," terang Abdullah.

Selain menyelesaikan jalur utama, pihak kontraktor juga tengah merampungkan berbagai infrastruktur penyerta guna menunjang kenyamanan pengendara. Fasilitas tersebut meliputi tiga gerbang tol, satu titik persimpangan (junction), tiga simpang susun (interchange), dua jembatan sungai, 10 jalan layang (overpass), lima terowongan (underpass), serta puluhan box culvert. Para pengguna jalan nantinya juga akan dilayani oleh sebuah rest area Tipe A yang berlokasi di sekitar STA 190+450.

Pembebasan Lahan dan Target Penyelesaian

Dari sisi pengadaan tanah, progres pembebasan lahan mencatatkan perkembangan yang signifikan. Capaian tertinggi saat ini berada di Zona 1 dengan realisasi sebesar 95,23 persen. Menyusul di belakangnya adalah Zona 2 sebesar 86,18 persen, dan Zona 3 di angka 83,10 persen.

Meski demikian, proses pembebasan lahan ini tidak lepas dari kendala administratif. Terdapat sejumlah bidang tanah yang belum dapat dibebaskan karena masih harus melewati tahapan konsinyasi, validasi, musyawarah warga, hingga proses perizinan pelepasan kawasan hutan.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar proses pengadaan tanah dapat segera dituntaskan. Dengan begitu, pekerjaan konstruksi bisa berjalan tanpa hambatan," urainya.

Proyek jalan tol yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur ini memiliki kontrak masa pelaksanaan selama 1.356 hari kalender. Berdasarkan jadwal, Tol Lingkar Luar Pekanbaru ditargetkan selesai dan rampung sepenuhnya pada 28 Februari 2027. ***