DENPASAR, GORIAU.COM - Misteri hilangnya Angeline, bocah SD kelas 2 berumur 8 tahun, akhirnya terjawab. Bocah cantik ini ditemukan sudah membusuk dalam kandang ayam di rumahnya, di Jalan Sedap Malam No 26, Denpasar.

Hingga Rabu siang pihak kepolisian belum bersedia memberikan penjelasan. Sejumlah warga langsung berhamburan memenuhi sisi jalan depan rumah Angeline. Polisi langsung memberikan batas police line di areal masuk menuju kandang ayam, tempat biasa anak ini membersihkan kotoran ayam.

"Gila ibunya, dikubur di kandang ayam. Pantesan bau tai ayam tidak dibersihkan," ujar salah seorang warga, Rabu (10/6) di lokasi.

Dugaan sementara Siswi SDN 12 Sanur yang hilang 16 Mei lalu, ini tewas dibunuh oleh ibu asuhnya Margareta (50). Kapolda Bali, baru tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 Wita dan hingga kini belum bisa memberikan keterangan. Bahkan jenazah Angeline juga belum dievakuasi dari lokasi.

Sita Perhatian Menteri

Hilangnya Angeline dari rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar, Bali, menyita perhatian masyarakat di Indonesia, tak terkecuali Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi. Sayangnya, niat baik kedua menteri tersebut seolah diacuhkan oleh keluarga dan orangtua asuh gadis kelas 2 SD ini.

Menteri Yuddy menyempatkan diri untuk mendatangi rumah orangtua asuh Angeline, pada Jumat (5/6) siang sekitar pukul 12.00 WITA. Namun, tidak satu pun anggota keluarga Angeline bersedia menyambut Yuddy.

Yuddy yang menunggu sekitar hampir sepuluh menit lamanya ini hanya ditemui seorang pria yang bernama I Dewa Ketut Raka selaku petugas pengamanan yang berjaga di depan rumah orangtua asuh Angeline. Kepada Yuddy, Raka mengungkapkan bahwa keluarga Angeline beserta ibu tirinya, Margaret (55), saat ini tidak ingin menerima tamu, karena kondisi psikis dan kesehatannya sedang tertekan setelah hilangnya Angeline.

Yuddy yang mendapat jawaban dari Raka yang hanya berbincang dengannya dari balik tembok rumah lantas pergi meninggalkan rumah orangtua asuh Angeline tersebut. Dirinya lalu berkunjung ke Polda Bali menanyakan kendala polisi dalam mencari Angeline.

Tak hanya sampai situ, keesokan harinya, Sabtu (6/6) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise pun mencoba mendatangi rumah orangtua asuh Angeline. Sedianya, dia akan bertemu dengan Magareta, namun bernasib sama dengan Yuddy, dirinya gagal bertemu lantaran kehadiran menteri tidak diharapkan oleh keluarga Angeline.

Kabarnya, kedatangan Yohana yang mendadak ini juga sempat dijaga puluhan pecalang adat Sedap Malam. Menteri saat itu pun bernasib sama dengan Yuddy, yaitu hanya bisa berdiri di depan pintu gerbang rumah berpagarkan papan warna coklat yang terkunci rapat.

Diungkapkan Christin, kakak angkat Angeline, melalui Kepala Lingkungan Banjar Kebon Kori, Kesiman, Denpasar Timur, Ketut Stapa, bahwa orang dalam rumah tidak mau bertemu dan membukakan pintu termasuk kepada Menteri yang ingin berkunjung.

Mengetahui tanggapan Christin, Menteri Yohana pun engga memberikan banyak komentar. Dia hanya menggelengkan kepala dan meminta polisi ambil sikap tegas dan membeberkan secara transparan fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi dalam rumah Angeline.

"Kita serahkan pada polisi untuk segera menemukan Angeline," singkat Yohana.***