
PEKANBARU – PT PSPI, anak perusahaan PT Sinar Mas Group yang bergerak di sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah Tapung, Kabupaten Kampar, menyatakan kesiapannya berkontribusi membantu perbaikan jalan provinsi di Riau. Namun, besaran bantuan dan pembagian tanggung jawab dengan perusahaan lain masih akan dibahas lebih lanjut.
Komitmen tersebut disampaikan GM Humas PT Sinar Mas, Lutfi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Kampar dan pimpinan serta anggota DPRD Kampar Dapil Tapung, Rabu (28/10/2026), di Ruang Medium Gedung DPRD Riau.
Rapat tersebut membahas penanganan kerusakan jalan di wilayah Tapung yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Lutfi menegaskan, perusahaan pada prinsipnya siap mendukung pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Meski demikian, bentuk kontribusi akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan serta mempertimbangkan pembagian peran yang adil dengan pihak lain.
"Kita akan bantu sesuai dengan kemampuan perusahaan serta mempertimbangkan pembagian peran yang proporsional dengan perusahaan lain," kata Lutfi seusai RDP.
Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak terlepas dari masyarakat dan lingkungan tempat perusahaan beroperasi. Karena itu, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat menjadi salah satu tujuan yang ingin diwujudkan perusahaan.
“Intinya, kita siap. Selama kita diminta untuk berkontribusi membantu provinsi ataupun kabupaten, kita tetap bersedia membantu,” ujarnya.
Meski telah menyatakan kesiapan, PT PSPI menegaskan perlunya koordinasi dengan perusahaan lain untuk merumuskan skema kontribusi yang proporsional. Pembahasan itu mencakup bentuk bantuan hingga persentase pembagian tanggung jawab masing-masing perusahaan.
Lutfi menjelaskan, dalam kelompok perusahaan HTI di wilayah tersebut, PT PSPI merupakan perusahaan dari PT Sinar Mas Group yang terlibat dalam pembahasan tersebut. Pihaknya akan menjajaki komunikasi dengan perusahaan lain agar dukungan terhadap perbaikan jalan bisa dilakukan secara bersama-sama.
“Kebetulan kalau klaster HTI, kita baru sendiri. Nanti kita akan coba koordinasikan dengan perusahaan lain, lebih spesifik seperti apa bentuk pembagian persentasenya,” jelasnya.
Ia menilai, penanganan jalan tidak semestinya hanya dibebankan kepada satu perusahaan. Keterlibatan sejumlah perusahaan diperlukan agar dukungan yang diberikan sejalan dengan kemampuan masing-masing pihak.
“Tidak mungkin juga bebannya kita sendiri. Tetap harus proporsional, sesuai dengan kemampuan perusahaan,” tegasnya.
Dengan pernyataan tersebut, PT PSPI telah menyampaikan kesediaan untuk berkontribusi. Namun, realisasi bantuan masih menunggu pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme, besaran kontribusi, dan pembagian tanggung jawab ant perusahaan.
Koordinasi yang akan dilakukan diharapkan menjadi langkah awal untuk menghasilkan kesepakatan yang konkret, sehingga dukungan dunia usaha terhadap perbaikan jalan Tapung tidak berhenti pada komitmen semata.
RDP tersebut dipimpin anggota DPRD Riau Dapil Kampar, H Edi Basri SH MSi. Pertemuan itu turut dihadiri anggota DPRD Riau Dapil Kampar, Amal Fathullah, Hj Eva Yuliana, dan Raja Jaya Dinata.
Hadir pula Kapolsek Tapung, ninik mamak, kepala desa, perwakilan Dinas PUPR-PKPP Riau, mahasiswa Kampar, serta perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT HKI. ***