PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat persiapan pendataan warga penerima bantuan sosial menyusul rencana penerapan Digitalisasi Perlindungan Sosial secara nasional melalui Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah terpadu ini ditempuh demi meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menuturkan bahwa digitalisasi perlindungan sosial memegang peranan utama dalam memperbaiki tata kelola penetapan penerima bantuan di masa mendatang. Sesuai agenda pemerintah pusat, sistem terpadu tersebut dijadwalkan meluncur secara nasional pada Oktober 2026.

"Sesuai arahan pemerintah pusat, Digitalisasi Perlindungan Sosial ditargetkan rilis secara nasional pada Oktober 2026. Sistem ini dirancang untuk memperbaiki ketepatan sasaran bantuan sosial ke depan," ujarnya di Kantor Gubernur Riau, Senin (21/9/2026).

Kesiapan teknis di daerah dinilai menjadi faktor utama yang harus diperkuat sebelum sistem beroperasi penuh. Pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait diminta memanfaatkan rentang waktu yang tersedia untuk merapikan basis data sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada publik.

SF Hariyanto mengingatkan agar proses pendataan tidak sekadar terpaku pada kelengkapan syarat administratif, melainkan harus memastikan seluruh warga rentan tercatat secara faktual. Pembaruan data berkala dinilai penting agar dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat langsung tercermin dalam sistem.

"Jangan sampai ada warga kita yang sesungguhnya berhak menerima bantuan, justru tidak mendapatkannya hanya karena belum terdata atau datanya belum diperbarui di dalam sistem," tegasnya.

Pemerintah daerah sendiri telah menerima mekanisme baku yang menjadi panduan operasional dalam mengeksekusi program di lapangan. Sebagai langkah nyata, Pemprov Riau mendorong penambahan jumlah Agen Perlinsos di tengah permukiman warga.

Keberadaan para agen ini difokuskan untuk mendampingi warga kurang mampu selama proses pengusulan calon penerima bantuan. Dengan jangkauan layanan yang kian melebar, pemerintah daerah dapat memperoleh data terkini mengenai kondisi riil masyarakat di setiap wilayah.

"Saya berharap melalui pertemuan ini, sudah bisa bertambah Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dalam mendaftar calon penerima bansos 2027 tepat sasaran," pungkasnya. ***