PEKANBARU - Ancaman penyakit tuberkulosis (TBC) masih membayangi warga Kota Pekanbaru. Sebagai langkah antisipasi dan pemutusan mata rantai penularan di lingkungan masyarakat, Dinas Kesehatan (Diskes) setempat terus memburu kasus penyebaran infeksi bakteri pernapasan ini. Hingga menjelang akhir September 2026, otoritas kesehatan telah mendeteksi ribuan pasien baru yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto memaparkan bahwa pihaknya aktif melakukan pelacakan, baik melalui fasilitas layanan kesehatan maupun jemput bola ke lapangan. Dari upaya tersebut, tercatat 3.605 kasus baru TBC berhasil diidentifikasi. Angka pencarian ini menyentuh 68,2 persen dari total target penemuan kasus tahun ini yang dipatok sebanyak 5.280 penderita.

"Sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan dari target 5.280 kasus hingga 20 September tahun ini," terang Hazli, Minggu (27/9/2026).

Langkah pelacakan tidak hanya menyasar pasien terkonfirmasi, tetapi juga menjangkau belasan ribu warga yang berpotensi atau dicurigai terpapar. Menurutnya, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah terjaring melalui instrumen Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jumlah ini setara dengan 54,6 persen dari target sasaran pemantauan yang mencapai 28.220 orang.

Pencapaian pada tahun lalu justru mencatatkan rekor pelacakan yang lebih masif. Pada periode 2025, Diskes menjaring 5.505 kasus atau menembus 114 persen dari ambang batas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan target sebanyak 4.838 kasus. Keberhasilan melampaui patokan pusat tersebut kini menjadi pelecut bagi tenaga kesehatan daerah untuk terus memaksimalkan pencarian pasien tersembunyi.

Selain berfokus pada kuantitas temuan di lapangan, Diskes merancang berbagai strategi pendampingan guna mendongkrak rasio kesembuhan penderita yang sedang dalam masa perawatan. "Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen," tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja garda terdepan fasilitas kesehatan, Diskes menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang dinilai cakap dalam memburu dan mengawal kesembuhan pasien. Untuk kategori penemuan kasus TBC terbanyak tahun lalu, Puskesmas Sidomulyo keluar sebagai peringkat pertama, disusul oleh Puskesmas Payung Sekaki di posisi kedua, dan Puskesmas Rejosari di urutan ketiga.

Sementara itu, predikat keberhasilan pengobatan terbaik yang sukses melampaui standar nasional kembali disabet oleh Puskesmas Sidomulyo dengan tingkat kesembuhan mencapai 99 persen. Prestasi serupa juga ditorehkan Puskesmas Sapta Taruna dengan capaian 98 persen, serta Puskesmas Sail dan Puskesmas Langsat yang masing-masing membukukan angka 97,4 persen. Capaian positif dari layanan primer ini diharapkan memicu fasilitas kesehatan lainnya untuk memastikan setiap pasien TBC disiplin meminum obat hingga tuntas. ***