PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan satelit lingkungan, ribuan titik panas atau indikasi awal kebakaran terpantau menyebar di sejumlah provinsi, memunculkan kekhawatiran terkait potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara udara bagi warga.

BMKG mencatat adanya lonjakan kemunculan titik panas yang cukup tinggi di wilayah Sumatera. Total terdeteksi sebanyak 2.000 titik panas yang tertangkap oleh citra satelit.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris merinci sebaran titik panas yang didominasi oleh provinsi-provinsi di bagian selatan Pulau Sumatera.

Sumatera Selatan Terbanyak di Sumatera

Berdasarkan data pantauan, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang titik panas tertinggi, jauh melampaui daerah lainnya.

Berikut rincian sebaran 2.000 titik panas di Pulau Sumatera:

  • Sumatera Selatan: 1.468 titik
  • Lampung: 197 titik
  • Bangka Belitung: 170 titik
  • Jambi: 126 titik
  • Bengkulu: 26 titik
  • Riau: 7 titik

Sebaran Hotspot di Wilayah Riau

Meski angka titik panas di Riau tergolong jauh lebih kecil dibandingkan provinsi tetangga, kemunculan indikasi api ini tetap menjadi perhatian serius bagi instansi berwenang maupun regu pemadam kebakaran di lapangan.

Ketujuh titik panas di Bumi Lancang Kuning terdeteksi tersebar di tiga wilayah kabupaten dan kota, yaitu:

  • Kabupaten Indragiri Hilir: 4 titik
  • Kota Dumai: 2 titik
  • Kabupaten Siak: 1 titik

BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk terus mewaspadai perubahan cuaca lingkungan yang dinamis. Selain potensi meluasnya titik api saat terik, hujan lebat yang dapat memicu petir dan angin kencang juga menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen warga Riau. ***