PEKANBARU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan peran penghulu sangat penting sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Pelatihan Penguatan Penghulu se-Riau yang digelar Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau bekerja sama dengan Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru di Hotel Alpha, Jalan Imam Munandar, Senin (25/8/2025).

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung enam hari, dari 25 hingga 30 Agustus 2025. Menurut Muliardi, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kompetensi penghulu, baik dalam aspek hukum, etika profesi, maupun regulasi kepenghuluan.

“Dengan pelatihan ini, kita berharap lahir penghulu yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, tugas penghulu tidak terbatas pada pencatatan pernikahan, melainkan juga memiliki peran strategis menjaga keharmonisan umat beragama.

“Moderasi beragama adalah ruh dari pelayanan. Penghulu harus hadir sebagai penyejuk, penengah, sekaligus penggerak kerukunan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, para penghulu diharapkan dapat meningkatkan integritas, profesionalitas, serta kualitas layanan publik, sekaligus mampu menjawab tantangan dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

Kegiatan yang digagas APRI Riau bersama Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru tersebut dipandang sebagai momentum memperkuat peran penghulu di tengah masyarakat.

“Keberadaan mereka harus semakin dirasakan manfaatnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan,” tutup Muliardi. ***