PEKANBARU – Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno, meminta seluruh kader di Riau solid dan aktif. Ia menegaskan bahwa Kosgoro tak hanya besar sebagai organisasi sayap Partai Golkar, tetapi juga harus kuat karena kehadirannya di tengah masyarakat.

"Konsolidasi Kosgoro harus menjangkau hingga ke tingkat kecamatan. Bentuk gerakan kelembagaan yang mampu mengaktifkan semua kegiatan," kata Dave saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Kosgoro di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (26/7/2025).

Ia menekankan pentingnya kepengurusan yang mampu merangkul semua elemen kader, baik senior maupun generasi muda. "Yang muda harus belajar dari senior dalam menjalankan organisasi. Sebaliknya, yang muda juga harus menunjukkan seluruh potensinya sebagai generasi penerus," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dave turut mengulas sejarah Kosgoro yang awalnya bernama Koperasi Gotong Royong. Organisasi ini lahir pada 1957 di tengah situasi ekonomi sulit, dengan misi membantu masyarakat. Kini, katanya, Kosgoro harus mampu berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan.

Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang juga hadir dalam acara tersebut berharap Kosgoro dapat menjadi penggerak dalam berbagai sektor, tidak hanya politik tetapi juga sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"Kosgoro jangan hanya hadir saat Pemilu. Tapi juga sebagai penjaga moral dan ideologi Golkar, serta pengawal nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan gotong royong," kata SF Hariyanto.

Ia menilai pelaksanaan Musda ini penting untuk melahirkan pemimpin kuat dan berintegritas. SF Hariyanto juga memuji Ida Yulita Susanti, calon tunggal Ketua Kosgoro Riau, yang dianggap memiliki semangat dan tekad kuat.

Ida dinilai sebagai sosok yang peduli dan memiliki pondasi kuat di tengah masyarakat. Kepemimpinannya diyakini akan membawa perubahan signifikan bagi Kosgoro Riau ke depan.

Ida merupakan calon tunggal dalam Musda Kosgoro Riau yang digelar di Hotel Grand Central Pekanbaru. Dengan tidak adanya pesaing, ia dipastikan akan ditetapkan melalui proses aklamasi. ***