
PEKANBARU – Empat titik kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali melanda wilayah Provinsi Riau. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah berupaya keras mengendalikan kobaran api, Senin (9/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Damkar, Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur, menjelaskan bahwa sebaran api terfokus di dua kabupaten. Petugas di lapangan harus bertindak cepat agar jilatan api tidak merembet ke area yang lebih luas.
"Titik api yang masih ditangani ada empat lokasi. Tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kabupaten Bengkalis," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur.
Tiga wilayah yang terbakar di Indragiri Hilir meliputi Kelurahan Tanjung Pidada di Kecamatan Tempuling, Desa Simpang Gaung di Kecamatan Gaung, serta Desa Tagagiri Tama Jaya di Kecamatan Pelangiran. Sementara itu, satu titik api lainnya membakar kawasan Desa Sukarjo Mesim di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Hingga saat ini, upaya memadamkan api murni mengandalkan kekuatan personel dan peralatan dari jalur darat. Armada udara berupa helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mendarat di Riau karena masih dalam proses penyiapan.
"Petugas di lapangan masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi. Seluruh tim gabungan terus bekerja untuk mengendalikan api agar tidak meluas," urainya.
Memasuki musim kemarau, kondisi vegetasi yang mengering membuat lahan gambut maupun mineral semakin rentan terbakar. Aktivitas pembersihan lahan dengan cara pintas seringkali menjadi pemicu utama yang mengancam kesehatan dan lingkungan masyarakat luas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini Riau sudah mulai memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan cukup tinggi dan bisa cepat meluas," tegas Jim. ***