PEKANBARU - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif dalam pemenuhan standar kesehatan. Hingga saat ini, sekitar 85 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi motor penggerak program tersebut telah berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPP) Pekanbaru, Syartiwidya, memastikan bahwa kelengkapan dokumen kesehatan ini menjadi syarat mutlak. Sertifikat tersebut merupakan jaminan utama bahwa makanan yang diolah terbukti aman, bersih, dan layak konsumsi bagi para penerima manfaat.

Ratusan Dapur Resmi Beroperasi

"Hampir semua sudah ada SLHS. Sekitar 85 persen sudah ada," urainya, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan data terkini, operasional dapur gizi di wilayah Riau menunjukkan angka partisipasi yang tinggi. Berikut adalah rincian sebaran SPPG yang tengah berjalan:

  • Jumlah SPPG berstatus operasional: 785 unit
  • Jumlah SPPG aktif memberikan pelayanan: 672 unit
  • Tingkat kepemilikan SLHS: Sekitar 85 persen

Sisa Target Masih Dalam Proses

Mengenai sisa 15 persen SPPG yang belum memegang sertifikat secara fisik, Syartiwidya menyebutkan bahwa seluruhnya sedang dalam tahap pengurusan intensif. Ia memastikan bahwa unit-unit yang sedang berproses ini tidak masuk dalam daftar target penutupan pada 10 Agustus 2026 mendatang.

"Masih proses, jadi tidak masuk dalam yang tanggal 10 itu," terangnya memastikan kelancaran operasional sisa dapur gizi yang ada. ***