JAKARTA, GORIAU.COM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bergerak cepat menggelar rapat terbatas (Ratas) membahas letusan Gunung Kelud. Hasilnya, dalam tiga atau empat hari lagi, SBY akan datang ke lokasi bencana. Langkah cepat SBY ini sangat berbeda dengan langkahnya terhadap kasus letusan Gunung Sinabung  yang terkesan sangat lamban.

Presiden sengaja menunda kedatangannya ke lokasi dalam beberapa hari. Pasalnya dalam rentang waktu itu, masih dilakukan tanggap darurat di lapangan sehingga jika datang bakal menggangu konsentrasi."Hari ketiga atau hari keempat saya langsung ke sana," kata SBY saat membuka Ratas di Kantor Presiden, Jumat (7/2/2014).Terkait letusan itu, SBY mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait. Mulai dari Kementerian ESDM, Kepala BNPB hingga Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.SBY bersyukur tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Dan dia berharap agar seluruh warga mau mematuhi aturan-aturan yang diberlakukan selama bencana terjadi.Gempa TremorSementara Gunung Kelud di Kediri terus menunjukkan aktivitas kegempaan tremor yang terjadi secara terus menerus dengan skala kecil, pasca meletusnya gunung tersebut Kamis malam. Hal tersebut diketahui berdasarkan dari pantauan 1 alat yang tersisa dari 5 alat yang dipasang di sekitar Kelud.Hingga kini petugas pengamatan ke Gunung Apian Kelud belum memutuskan untuk kembali ke pos pantau untuk menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi."Saya masih melarang teman-teman untuk kembali melihat kondisi di atas, karena masih belum jelas keselematannya" jelas Hendarso, Kepala PVMBG Bandung, Jumat (14/02/2014).Berdasarkan pengamatan tim, sejak erupsi tadi malam, 4 diantara 5 alat pengamatan yang dipasang di Gunung Kelud mengalami kerusakan akibat material letusan.Dari 1 alat yang tersisa tersebutlah kondisi kelud dapat terpantau, namun karena panel solarr Cell kemungkinan tertutup abu, kemungkina alat tersebut akan mati."Ada 1 alat, tapi mungkin hanya bertahan 2-3 hari saja" imbuh hendarsoHingga sejauh ini, berdasarkan pengamatan detikcom, 8.238 jiwa pengungsi sudah di evakuasi di 20 tempat, baik balai desa, gedung serbaguna, koramil, polsek, tempat ibadah maupun gedung sekolah yang terbagi kedalam 7 kecamatan, Kepung, Pare, Pesantren, Plosoklaten, Puncu, Wates, dan Kandangan.***