PEKANBARU – Wajah transportasi publik di Ibu Kota Provinsi Riau dipastikan segera berubah menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah berani dengan menjadwalkan operasional bus listrik sebagai moda transportasi umum massal utama mulai tahun ini, sebuah langkah strategis untuk menekan emisi karbon dan mewujudkan visi Green City.

Langkah ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Saat ini, belasan unit bus listrik yang dinantikan tersebut sudah masuk dalam tahap mobilisasi dan pengiriman menuju Kota Bertuah. Kehadiran teknologi transportasi bertenaga baterai ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara perkotaan secara signifikan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengonfirmasi bahwa armada tersebut akan segera memperkuat sistem transportasi yang sudah ada. Fokus utama pemerintah adalah menciptakan ekosistem mobilisasi warga yang efisien namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Ada belasan bus listrik yang akan beroperasi di Pekanbaru. Sedang dalam pengiriman," ujar Agung, Senin (30/3/2026).

Secara teknis, sebanyak 16 unit bus listrik berukuran sedang akan diintegrasikan ke dalam layanan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Penambahan armada ini akan menggunakan skema buy the service (BTS), sebuah sistem di mana pemerintah membeli layanan dari operator untuk memastikan standar pelayanan tetap prima dan tepat waktu bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi menjelaskan bahwa belasan bus listrik tersebut nantinya akan melayani seluruh koridor utama yang telah tersedia di Pekanbaru. Kehadiran bus listrik ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan transportasi yang nyaman dan bebas polusi suara maupun udara.

"Insyaallah, tahun 2026 ini kita berupaya mengoperasikan bus TMP dengan sistem BTS sebanyak 16 unit," jelas Masykur.

Tidak hanya fokus pada jalur protokol, transformasi transportasi ini juga menyentuh konektivitas dari kawasan pemukiman warga. Selain 16 unit bus listrik, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyiapkan 16 unit angkutan penghubung atau feeder yang akan beroperasi tahun ini. Feeder ini berfungsi menjemput warga dari depan rumah atau pemukiman menuju halte-halte bus TMP terdekat.

"Ini seperti oplet feeder yang sudah ada. Kita harapkan bisa membantu warga menjangkau halte dari rumahnya," tambah Masykur yang juga menjabat sebagai Asisten I Setdako Pekanbaru.

Saat ini, terdapat 33 unit bus TMP yang setiap harinya melayani mobilitas warga Pekanbaru. Dengan tambahan 16 bus listrik baru, total armada akan semakin solid dan diharapkan mampu memangkas waktu tunggu penumpang di halte. Pihak dinas terkait pun telah melakukan koordinasi intensif dengan UPT Trans Metro Pekanbaru serta meninjau kesiapan infrastruktur pengisian daya untuk memastikan operasional berjalan mulus saat bus tiba di Pekanbaru.***