
PEKANBARU – Sebanyak 32 warga negara Belanda mendatangi Tugu Romusha Pahlawan Kerja dan Lokomotif Esslingen di Jalan Kharuddin Nasution, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Kedatangan rombongan keluarga tahanan perang dan korban kerja paksa ini berlangsung khidmat, Kamis (14/5/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar wisata sejarah, melainkan penelusuran jejak masa lalu sekaligus penghormatan bagi ribuan nyawa yang melayang dalam proyek pembangunan rel kereta api masa pendudukan tentara Jepang.
Suasana haru menyelimuti monumen ketika lagu kebangsaan Indonesia dan Belanda berkumandang berdampingan. Anak hingga cucu mendiang korban tampak menundukkan kepala dan memanjatkan doa di lokasi bersejarah itu.
Proyek ambisius Pakanbaru Railway yang menghubungkan Muarasijunjung hingga Pekanbaru sepanjang 220 kilometer dibangun dalam rentang waktu 1943 hingga 1945. Sistem kerja paksa Jepang merenggut nyawa sekitar 285 ribu pekerja, jumlah yang diestimasikan nyaris setara dengan total bantalan rel di sepanjang jalur maut tersebut.
Atase Militer Belanda untuk Indonesia, Johannes Moerkens menyampaikan pentingnya pewarisan memori kolektif ini kepada kaum muda.
"Kunjungan rombongan bertujuan memastikan sejarah kelam itu tetap dikenang, terutama oleh generasi muda," terangnya. ***