
PEKANBARU – Keinginan kuat untuk menjadikan program hafalan Al-Qur'an (tahfiz) sebagai mata pelajaran resmi mengemuka dalam kunjungan kerja Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, ke SMP Negeri Madani. Para pendidik mendesak agar tahfiz diakui sebagai muatan lokal (mulok) dalam sistem pendidikan.
Kepala SMP Negeri Madani Pekanbaru, Abdurrahman, mengungkapkan aspirasi tersebut merupakan poin utama yang disuarakan para guru saat berdialog langsung dengan kepala daerah pada Sabtu (7/3/2026). Pengakuan tahfiz sebagai mulok dinilai sangat krusial agar jam mengajar dapat terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Guru-guru berharap tahfiz dapat menjadi muatan lokal sehingga bisa tercatat dalam Dapodik. Dengan begitu, guru tahfiz tidak perlu lagi menambah jam pelajaran di luar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam," jelas Abdurrahman.
Selain persoalan kurikulum dan sistem administrasi, pihak sekolah juga menyuarakan kebutuhan penambahan biaya operasional guna menunjang optimalisasi pembinaan para santri. Hal lain yang tak kalah mendesak adalah pengadaan kembali sarana transportasi mobilitas siswa.
"Aspirasi lain yang turut disampaikan adalah kebutuhan sarana transportasi untuk mendukung aktivitas sekolah," ungkapnya.
Abdurrahman menjelaskan, sekolah unggulan milik pemerintah daerah ini sebenarnya pernah memiliki kendaraan operasional. Namun, fasilitas tersebut sudah tidak difungsikan lagi dan telah ditarik kembali oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Merespons keluhan tersebut, Wali Kota Agung Nugroho langsung memberikan sinyal positif. Ia berjanji akan segera mempertimbangkan pengadaan armada baru berupa minibus berkapasitas sekitar 20 penumpang, setara Toyota Hiace, untuk mendukung berbagai aktivitas luar sekolah para siswa dan guru.
Kunjungan akhir pekan ini tak sekadar menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga pembuktian kualitas siswa SMP Madani di hadapan kepala daerah. Agung dibuat takjub saat menguji langsung hafalan para siswa yang dengan lancar mampu menyambung lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan secara acak.
"Hal ini menunjukkan bahwa keunggulan SMP Negeri Madani memang berada pada program tahfiz Alquran yang terus kami kembangkan," pungkas Abdurrahman bangga melihat apresiasi dari Wali Kota tersebut. ***