
PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus menabuh genderang perang terhadap kasus tengkes atau stunting, dengan fokus penanganan yang kini diintensifkan di wilayah Kecamatan Sukajadi. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 22 anak di kecamatan tersebut sedang dalam pengawasan ketat dan penanganan medis untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan mereka.
Upaya penyelamatan generasi masa depan ini dipastikan tidak bersifat sementara. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menegaskan bahwa pemulihan kondisi anak stunting membutuhkan konsistensi dalam pemberian asupan gizi seimbang hingga indikator kesehatan anak-anak tersebut benar-benar menunjukkan grafik peningkatan yang stabil dan permanen.
“Di Kecamatan Sukajadi, terdapat 22 anak yang mengalami stunting. Saat ini sudah dalam penanganan,” ujar Markarius, Jumat (27/3/2026).
Guna mempercepat proses evakuasi kesehatan ini, Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Markarius secara khusus menyoroti pentingnya peran dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai motor penggerak pendampingan gizi.
Hingga saat ini, beberapa entitas besar telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program tersebut. Angkasa Pura serta Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) tercatat telah menyalurkan bantuan yang menyasar langsung ke kantong-kantong stunting di Pekanbaru. Pemerintah pun terus mengajak para pengusaha lain untuk mengikuti jejak serupa dengan fokus utama pada pemenuhan nutrisi anak.
"Kami juga meminta peran aktif camat dan lurah untuk memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang mengalami stunting. Selain itu, kami mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program CSR," tegas Markarius.
Selain dukungan korporasi, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggulirkan gerakan moral melalui program “orang tua asuh” atau “bapak asuh”. Melalui skema ini, para pejabat pemerintahan maupun pelaku usaha diharapkan dapat memberikan intervensi gizi secara rutin dan personal kepada satu atau lebih anak asuh. Dengan pola pendampingan yang lebih intim dan terukur ini, permasalahan stunting di Sukajadi diharapkan dapat tuntas sepenuhnya sehingga anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi yang sehat dan tangguh.***