KUALA LUMPUR, GORIAU.COM - Pertengkaran antar anak-anak sebenarnya soal biasa. Tapi pertengkaran di sebuah sekolah Malaysia ini berakhir dengan kekerasan. Seorang anak berusia 12 tahun berlumuran darah, ditikan teman sekelasnya. Yang mengejutkan, insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah, Senin lalu di Petaling Jaya, Malaysia.

Xu Huan, ibunda Sharif Lew mengungkapkan, jika persoalan tersebut bermula saat anaknya bertengkar dengan teman sekelasnya saat mengerjakan pekerjaan rumah pekan lalu. Sharif adalah korban yang terkena tusukan gunting oleh temannya sendiri.

Huan, warga Tionghoa yang menikah dengan lelaki Malaysia tersebut menuduh, jika temannya yang membuat gara-gara.

''Anak itu berlari ke anak saya dan mulai berteriak menghina anak saya secara rasal. Lalu ia menusukan gunting ke lengan anak saya,'' ujarnya seperti dikutip The Star, Kamis (24/1).

''Setelah menusuk anak saya, dia mengancam dan kemudian melarikan diri,'' beber Huan.

Beruntung luka Sharif tidak terlalu parah. Ia hanya mengalami sobek di bagian lengannya. Sang ayah yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat.

Insiden tersebut membuat Sharif trauma dan tidak ingin kembali ke sekolah.

''Ia menjadi pendiam, bahkan ia tidak mau berbicara dengan kami,'' ujar Huan.

''Kami sempat bertanya untuk menceritakan dengan detail apa yang terjadi, namun ia hanya mengatakan tidak ingat apa yang terjadi,'' tuturnya.

Huan sudah melakukan langkah pertama, yakni melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib dan membicarakan hal tersebut kepada pihak sekolah.

''Semua mengatakan, akan menyelidiki semua ini,'' ujar Huan.

Huan juga mengimbau kepada pihak sekolah agar memperhatikan keselamatan dan keamanan di sekolah. Sebab, ia merasa banyak orang akan berada dalam bahaya, jika seorang anak memegang senjata tajam, termasuk membawa gunting.

''Mungkin dia tidak berpikir dua kali menggunakan gunting tersebut,'' ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah masih belum mau berkomentar perihal insiden tersebut kepada media. Begitu pula dengan dinas pendidikan setempat dengan alasan masih dalam penyelidikan. ***