
PEKANBARU – Perkampungan di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud, Kelurahan Rumbai Bukit, Kota Pekanbaru mendapat tamu tak terduga berupa kawanan gajah liar. Mamalia berbelalai panjang ini merusak berbagai tanaman pertanian yang ditanam oleh warga di sekitar pemakaman tersebut.
Edi Martop, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kawanan gajah telah merusak tanaman ubi, pisang, dan pepaya miliknya. Tanaman tersebut ditanam di lahan seluas 30 hektare yang dia miliki.
Edi menjelaskan, bahwa lahan yang dilanda kehancuran oleh gajah mencapai puluhan hektar dan melibatkan dua kelurahan. Bahkan, kawanan gajah tersebut juga merusak tanaman milik warga lain di sekitar TPU Tengku Mahmud.
Pria berusia 50 tahun tersebut mengungkapkan, keberadaan gajah sudah dirasakan sejak Jumat (7/7/2023) yang lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan resmi dari pihak berwenang.
"Kami telah melaporkannya ke RT, Lurah, hingga ke Polisi Kehutanan," ungkap Edi.
Dari pengamatannya, Edi menghitung bahwa jumlah kawanan gajah yang berkeliaran mencapai 11 ekor, dengan empat di antaranya berstatus dewasa. "Harap dimengerti, kami tidak bisa melawan gajah yang merusak tanaman kami. Kami tidak bisa menembak atau membunuh mereka, itu salah," ujar Edi.
Tidak hanya tanaman, Edi juga mengungkapkan bahwa sudah ada dua rumah warga yang rusak. "Dua rumah tersebut milik tetangga saya. Sementara saya sendiri kehilangan tanaman," terang Edi.
Sejak kemunculan kawanan gajah, penduduk setempat mengalami kecemasan dan kehilangan tidur nyenyak. Mereka mencoba mengusir gajah-gajah tersebut dengan menyalakan api.
"Jika tanaman kami hancur, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami?" tanya Edi.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Hutan BKSDA Riau, Ujang H, berterima kasih atas informasi tersebut. "Sejak tanggal 7 Juli 2023, kami telah berusaha mengirim tim mitigasi. Sampai hari ini, tim masih berupaya melakukan penghalauan di lokasi," pungkasnya. ***