PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menutup rangkaian kegiatan Ramadhan Ceria 1446 Hijriah dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau yang lebih dikenal sebagai Din Syamsuddin.

Acara digelar di halaman kampus utama Umri di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, dan dihadiri ribuan tamu undangan. Selain tabligh, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah lomba internal antarlembaga, dosen, dan karyawan, serta perlombaan internasional Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) kategori 10 dan 20 juz dengan peserta dari lima negara: Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, dan Malaysia.

Dalam semangat kepedulian sosial, Umri juga menyerahkan santunan kepada seribu kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim. Dana bantuan ini berasal dari kolaborasi Baznas Provinsi Riau, Baznas Pekanbaru, Lazismu Riau, serta donatur pribadi seperti H Lawanis dan mitra lainnya.

Rektor Umri, Dr Saidul Amin, menegaskan bahwa Umri bukan hanya institusi pendidikan, melainkan juga bagian dari gerakan dakwah yang bersifat universal. Ia menyebutkan, Umri kini memiliki lebih dari 13.000 mahasiswa, dengan lebih dari 500 di antaranya non-Muslim.

"Umri dan Muhammadiyah tidak pernah membeda-bedakan. Kami melayani seluruh umat manusia. Ini bukan hanya tentang intelektualitas, tapi juga tentang kemanusiaan," ungkap Saidul.

Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Herjawan, yang baru empat hari menjabat, turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku tersanjung karena Umri menjadi kampus pertama yang ia kunjungi sebagai Kapolda di Bumi Lancang Kuning.

"Saya merasa tersanjung diundang ke sini. Kampus dan dunia akademisi punya peran penting dalam membangun komunikasi antarmanusia," ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Din Syamsuddin menyampaikan empat harapan Allah SWT kepada umat-Nya sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an: La'allakum Tattaquun (agar kamu bertakwa), La'allakum Tasykuruun (agar kamu bersyukur), La'allakum Tarsyuduun (agar kamu menjadi cerdas), dan La'allakum Tuflihuun (agar kamu berbahagia).

"Semua harapan itu realistis untuk dicapai. Allah SWT tahu kemampuan hamba-Nya. Maka jadilah hamba yang optimis," jelas Din.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Gubernur Riau periode 1998–2003, Saleh Djasit, tokoh masyarakat Hj Azlaini Agus, para Wakil Rektor Umri, serta para donatur dan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. ***