PEKANBARU - Provinsi Riau menunjukkan kinerja signifikan dalam penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2023. Dari total alokasi pagu sebesar Rp22,54 triliun, telah terealisasi sebanyak Rp9,82 triliun hingga akhir Juni 2023.

"Sampai dengan 30 Juni 2023, secara nominal alokasi TKD Riau mengalami kontraksi sebesar 4,89%, tersalur sebesar Rp9,82 Triliun atau 43,58%," ungkap Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Riau, Agnes Sediana pada press release APBN Riau, Kamis (27/7/2023).

Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun anggaran (TA) 2022 yang mencapai Rp10,33 Triliun atau 40,70%.

Agnes Sediana merinci sumber TKD Riau meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp3,23 Triliun atau naik 15,94%. "Penyaluran DBH lebih tinggi terutama dari tingginya realisasi pada DBH PBB dan Sumber Daya Alam (SDA) minyak bumi, gas bumi, dan mineral, batubara," jelasnya.

Dana Alokasi Umum (DAU) disebutkan Agnes mencapai Rp3,98 Triliun atau turun 19,03%. "Penyaluran DAU lebih rendah dikarenakan adanya pengelompokan DAU menjadi banyak jenis specific grant yang membuat realisasi DAU disalurkan per kategori dan nilai setiap penyaluran semakin kecil," imbuhnya.

Agnes melanjutkan, DAK Fisik mencapai Rp93,46 Miliar atau naik 5,67% dengan penyaluran pada Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemprov Riau, Rokan Hulu, Dumai, Pelalawan dan Indragiri Hulu. Sedangkan, DAK Non Fisik sebesar Rp1,77 Triliun atau turun sebesar 5,31%.

"Penyaluran DAK Non Fisik lebih rendah disebabkan oleh turunnya realisasi dana BOS. Dana Insentif Fiskal sebesar Rp 50,62 Miliar telah disalurkan pada Pemprov Riau dan 7 Kabupaten/Kota lainnya," ucap Agnes.

Sementara itu, penyaluran Dana Desa mencapai Rp708,48 Miliar atau naik sebesar 9,22%. Sebanyak 1.591 desa telah menerima penyaluran untuk tahap I, tahap II sebanyak 571 desa, dan ada 1 desa yang telah menerima penyaluran tahap III di Kabupaten Indragiri Hulu. ***