
SIAK SRI INDRAPURA – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyambut rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, di Ruang Zamrud Komplek Rumah Rakyat, Selasa (25/11/2025). Kunjungan kerja ini dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antardaerah serta berbagi pengalaman dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Dalam sambutannya, Syamsurizal menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat datang kepada peserta kunjungan. Ia menyebut Kabupaten Siak sebagai Kota Istana dengan kekayaan sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
"Selamat datang di Kabupaten Siak, Kota Istana. Di sini banyak tersimpan peninggalan sejarah Kesultanan yang menjadi kebanggaan kami. Semoga kunjungan ini mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan hubungan antara Siak dan Sawahlunto," ujar Syamsurizal.
Pertemuan ini menjadi kesempatan kedua daerah bertukar informasi terkait pengalaman mengelola kerukunan umat beragama. Diskusi berlangsung hangat, membahas strategi menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang budaya dan agama.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jefri Hibatullah, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia berharap kunjungan ini dapat memperluas wawasan dan memperkuat kerja sama dalam membangun FKUB yang adaptif di masing-masing daerah.
"Kami berterima kasih atas sambutan luar biasa dari Pemkab Siak. Semoga kunjungan ini menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai FKUB di Sawahlunto maupun Siak," kata Jefri.
Dalam penjelasannya, Jefri menggambarkan Sawahlunto sebagai kota kecil yang multikultural, terdiri dari 4 kecamatan, 27 desa, dan 10 kelurahan dengan penduduk sekitar 68 ribu jiwa. Ia menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat Sawahlunto sudah multietnis sejak masa kolonial ketika kota tersebut menjadi pusat penambangan batu bara pertama di Indonesia.
"Berbagai suku dan agama hidup berdampingan di Sawahlunto. Sejak masa kolonial, banyak tenaga kerja dari berbagai daerah datang untuk bekerja di pertambangan," jelasnya.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, menegaskan komitmen kedua daerah untuk terus menjaga toleransi serta memperkuat harmoni dalam kehidupan sosial. Acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persaudaraan dan kerja sama yang terus terjalin. ***